BPI91.COM, Jakarta – Ketua Umum Women Lawyer Club (WLC), Zulfah Andriani, S.H., M.H., C.T.L., kembali melakukan langkah progresif dengan membentuk Divisi Khusus Kejahatan Siber sebagai respons atas meningkatnya kompleksitas persoalan hukum di ruang digital.
Pembentukan divisi ini menjadi bagian dari strategi organisasi dalam memperkuat kapasitas advokat menghadapi tantangan era transformasi digital, sekaligus memastikan kehadiran pendampingan hukum yang adaptif, profesional, dan berbasis kompetensi.
Divisi Cyber Law WLC mengusung visi “Membangun Kompetensi & Advokasi Hukum Siber” dengan pendekatan profesional menuju keamanan dan peningkatan kapasitas hukum di dunia digital.
Tiga Pilar Utama Divisi Cyber Law
1. Pelatihan & Sertifikasi
Divisi ini akan menyelenggarakan program pelatihan dan sertifikasi guna membekali advokat dengan pemahaman mendalam terkait regulasi siber, perlindungan data pribadi, digital forensik hukum, hingga mekanisme pembuktian elektronik di pengadilan.
2. Riset & Kajian Hukum Siber
WLC mendorong pengembangan kajian akademis dan penelitian strategis terhadap perkembangan regulasi teknologi informasi, kebijakan publik digital, serta dinamika hukum internasional di bidang siber.
3. Advokasi Kasus Kejahatan Siber
Divisi ini akan fokus pada pendampingan dan pembelaan kasus-kasus kejahatan siber, termasuk penipuan digital, peretasan, pencemaran nama baik berbasis elektronik, serta pelanggaran data pribadi.
Zulfah Andriani menegaskan bahwa profesi advokat tidak bisa lagi berjalan dengan paradigma konvensional di tengah perkembangan teknologi yang masif.
“Transformasi digital menuntut kesiapan dan spesialisasi. Advokat harus memahami aspek teknis sekaligus regulasi agar mampu memberikan perlindungan hukum optimal bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Pembentukan Divisi Khusus Kejahatan Siber ini juga menjadi penegasan posisi Women Lawyer Club sebagai organisasi yang adaptif terhadap perubahan zaman sekaligus konsisten mendorong peningkatan kualitas dan integritas profesi hukum, khususnya perempuan di bidang legal-tech.
Dengan terobosan ini, WLC optimistis mampu menjadi pionir dalam memperkuat advokasi hukum siber nasional serta berkontribusi dalam menciptakan ekosistem digital yang aman, berkeadilan, dan berkepastian hukum.
More Stories
Kawal Ahli Waris Tanah Adat Tulung Sedang–Talang Batu Mesuji, Laporan Polisi Resmi Diterima SPKT Polda Lampung
BERITA POLRI INDEPENDEN | BANDAR LAMPUNG. Angkatan Muda Badik Lampung (AMBL) mengawal ahli waris tanah adat di wilayah Tulung Sedang, Talang Batu,...
Kolonel Pur. Dr. Sukardiansyah, MKes, SpKJ, mewakili Angkatan Muda Badik Lampung, menerima amanah sebagai Ketua Aliansi Forum Aliansi Menggugat Hutan Kota.
Angkatan Muda Badik Lampung Kolonel Pur Dr. Sukardiansyah, MKes, SpKJ mendapat amanah menjadi Ketua Aliansi dari Forum Aliansi Menggugat Hutan...
AMBL Somasi PT SIP, Persoalkan Penguasaan Lahan Adat seluas 3.339 Hektar di Mesuji
BERITA POLRI INDEPENDEN| LAMPUNG. Angkatan Muda Badil Lampung (AMBL) resmi melayangkan somasi terbuka kepada PT Sumber Indah Perkasa (SIP), anak...
Padiraya Gelar P3A Angkatan Kedua di Universitas Islam Jakarta, PuluhaAngkatann Peserta Ikuti Pendidikan Profesi Advokat
BERITA POLRI INDEPENDEN | JAKARTA. Organisasi Advokat Padiraya menggelar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Advokat (P3A) Angkatan Kedua di Universitas Islam Jakarta...
Pecah Ego Sektoral, Menkum Supratman & LAN Luncurkan Forum Komunikasi Kebijakan untuk Lahirkan Aturan Berbasis Bukti
BERITA POLRI INDEPENDEN – JAKARTA. Badan Strategi Kebijakan Hukum (BSK Hukum) Kementerian Hukum bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) resmi menginisiasi Forum...
Jalin Silaturahmi Tim Kemenkum DKI dan Organisasi Advokat PADIRaya Dorong Posbakum Kelurahan Aktif di Kalibaru Cilincing Jakarta Utara
BERITA POLRI INDEPENDEN - JAKARTA UTARA, Berdasarkan Surat Pemberitahuan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Khusus Jakarta Nomor W.10-HN.04.03-736, Tim Penyuluh...

