Read Time:1 Minute, 53 Second

SAMPIT KALTENG, BPI91.COM

Kelangkaan BBM bersubsidi disejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar minyak Umum ( SPBU ) pertalite, dan solar, di Kota Sampit membuat masyarakat mengeluh.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun media ini Kamis,

16/10/2025, yang minta tidak disebutkan namanya mengatakan, bahwa memang benar disejumlah SPBU di Kota Sampit, banyak mobil ngantri pertalite, dan solar, sampai keluar panjang di jalan sehingga menyebapkan rawan kecelakaan  apalagi SPBU di Jalan Pelita, antrian mobil yang hendak membeli pertalite,  sampai keluar kejalan  belum lagi banyak mobil- mobil tcruk yang diduga sebagai pelangsir solar, ikut parkir dan keluar masuk ke SPBU tersebut membuat semakin padat antrianya,” kata warga.

Harapan saya hal ini jangan sampai berlarut larut dan pihak terkait dapat segera menaggapi keluhan masyarakat  karna apabila hal tersebut dibiarkan dan terjadi kecelakaan siapa yang akan bertanggung  jawab,” ucapnya.

Sementara menurut Anggota Komisi III. DPRD Kabupaten Kotawaringin timur,( Kotim ) SP Lumban Gaol, kepada media ini Kamis 16/10/2025 mengatakan,

Persoalan antrian minyak bersubsidi hampir di semua SPBU di Sampit tidak pernah ada penyelesaian dari pemerintah maupun penegak hukum. Khusunya minyak solar dan pertalite bersubsidi masih full didominasi oknum oknum preman yang berkedok parkir disetiap SPBU, bahkan dalam satu SPBU saja bisa dijaga oleh tiga sampai empat orang yang berbalut kan tukang parkir liar.

Hal ini sudah sangat meresahkan para supir angkutan truk dan pik up pengguna solar dan pertalite bersubsidi tersebut. Untuk mendapatkan solar para supir harus mengeluarkan Rp.150.000 (seratus lima puluh ribu) hingga dua ratus ribu rupiah agar mendapatkan solar dengan pasti atau tanpa perlu mengantri terlebih dahulu.

Hal ini menjadi keluhan para supir kami dengarkan saat melaksanakan reses dibeberapa tempat di  daerah pemilihan satu Kecamatan Ketapang. Informasinya aksi para preman parkir liar ini berani melakukan aksinya hingga tahunan karena adanya jaminan keamanan dari para oknum  penegak hukum di Sampit. Tentu ini bisa masuk akal karena mereka hampir tidak pernah bisa ditertibkan sepanjang setoran masih berjalan lancar ke para oknum tersebut.

Pernah kita dengar dulu berita tentang salah satu SPBU itu patut diduga disebabkan karena macetnya setoran alias kurang lancar. Ini kami kembali mengingatkan lagi agar  pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera menertibkan para pungli yang ada disetiap SPBU. Mari kita berbenah kembali agar semua lapisan masyarakat merasa terayomi dan bisa bekerja dengan nyaman,” Pungkasnya Lumban Gaol.

 

( Ky )

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Rahmad Sukendar Apresiasi Jaksa Agung Copot Kajari Lingga: Gagal Total Tangani Kasus Korupsi Bonsai Perkim
Next post Sebuah Inovasi Kreatif dan Adaptif Dinas Perindagkop UKM, Kabupaten Lingga Panen Cabe Rawit Perdana,
Close