SAMPIT KALTENG, BPI91.COM
Kelangkaan BBM bersubsidi disejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar minyak Umum ( SPBU ) pertalite, dan solar, di Kota Sampit membuat masyarakat mengeluh.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun media ini Kamis,
16/10/2025, yang minta tidak disebutkan namanya mengatakan, bahwa memang benar disejumlah SPBU di Kota Sampit, banyak mobil ngantri pertalite, dan solar, sampai keluar panjang di jalan sehingga menyebapkan rawan kecelakaan apalagi SPBU di Jalan Pelita, antrian mobil yang hendak membeli pertalite, sampai keluar kejalan belum lagi banyak mobil- mobil tcruk yang diduga sebagai pelangsir solar, ikut parkir dan keluar masuk ke SPBU tersebut membuat semakin padat antrianya,” kata warga.
Harapan saya hal ini jangan sampai berlarut larut dan pihak terkait dapat segera menaggapi keluhan masyarakat karna apabila hal tersebut dibiarkan dan terjadi kecelakaan siapa yang akan bertanggung jawab,” ucapnya.
Sementara menurut Anggota Komisi III. DPRD Kabupaten Kotawaringin timur,( Kotim ) SP Lumban Gaol, kepada media ini Kamis 16/10/2025 mengatakan,
Persoalan antrian minyak bersubsidi hampir di semua SPBU di Sampit tidak pernah ada penyelesaian dari pemerintah maupun penegak hukum. Khusunya minyak solar dan pertalite bersubsidi masih full didominasi oknum oknum preman yang berkedok parkir disetiap SPBU, bahkan dalam satu SPBU saja bisa dijaga oleh tiga sampai empat orang yang berbalut kan tukang parkir liar.
Hal ini sudah sangat meresahkan para supir angkutan truk dan pik up pengguna solar dan pertalite bersubsidi tersebut. Untuk mendapatkan solar para supir harus mengeluarkan Rp.150.000 (seratus lima puluh ribu) hingga dua ratus ribu rupiah agar mendapatkan solar dengan pasti atau tanpa perlu mengantri terlebih dahulu.
Hal ini menjadi keluhan para supir kami dengarkan saat melaksanakan reses dibeberapa tempat di daerah pemilihan satu Kecamatan Ketapang. Informasinya aksi para preman parkir liar ini berani melakukan aksinya hingga tahunan karena adanya jaminan keamanan dari para oknum penegak hukum di Sampit. Tentu ini bisa masuk akal karena mereka hampir tidak pernah bisa ditertibkan sepanjang setoran masih berjalan lancar ke para oknum tersebut.
Pernah kita dengar dulu berita tentang salah satu SPBU itu patut diduga disebabkan karena macetnya setoran alias kurang lancar. Ini kami kembali mengingatkan lagi agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera menertibkan para pungli yang ada disetiap SPBU. Mari kita berbenah kembali agar semua lapisan masyarakat merasa terayomi dan bisa bekerja dengan nyaman,” Pungkasnya Lumban Gaol.
( Ky )
More Stories
Kajati Kalteng Nurcahyo Berjanji Akan Segera Tuntaskan Kasus Korupsi Zirkon Rp 1,3 Triliun.
PALANGKA RAYA.BPI91.COM. Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Nurcahyo Jungkung Madyo, mengungkapkan komitmenya akan segera menuntaskan berbagai perkara tindak pidana korupsi...
Diduga, Acai Pelaksana Pekerjaan Konstruksi Pengaman Pantai Pecal Merusak Jalan Babul Giri Desa Kinjil Pesisir
KETAPANG. BPI91.COM. Kehadiran Kendaraan Berat yang diduga milik Acai selaku pelaksana CV. Mega Buana Persada , Proyek Abrasi Pantai Pecal ...
Akibat Pekerjaan Konstruksi Pengaman Pantai Pecal.Jalan Babul Giri Desa Kinjil Pesisir Rusak Berat,
KETAPANG. BPI91.COM. Kendaraan Berat Proyek Abrasi Pantai Pecal merusak Jalan yang Dibangun Pemda Ketapang. Jalan Babul Giri sepanjang 630 meter...
Kodim 1204/Sanggau Gelar Latbakjatri TW II Tahun 2025 Di Lapangan Tembak Sabang Merah
SANGGAU. BPI91.COM. Kodim 1204/Sanggau melaksanakan Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbakjatri) Triwulan II Tahun 2025 pada Selasa (25/11/2025) pukul 07.00 WIB...
Masyarakat Ketapang Tumpah Ruah Turun Ke Lapangan Sepakat Menghadiri Operasi Pasar Murah.
KETAPANG. BPI91.COM. Operasi Pasar murah yang diadakan oleh Drs.H.Ria Norsan , M,M., M. H . Gubernur Kalimantan Barat beserta Krisantus Kurniawan,...
13 Direktur Prusahaan Diduga Melakukan Persekongkolan Dan Korupsi Berjemaah Bersama ASN
KETAPANG. BPI91.COM. Pejabat Pengguna Anggaran, Pejabat Pengadaan , Dan Direktur Prusahaan, Diduga Melakukan Persekongkolan Dan Korupsi Berjemaah bersama ASN Telah ditemukan...

