Read Time:1 Minute, 24 Second

KETAPANG. BPI91.COM. Kendaraan Berat  Proyek Abrasi Pantai Pecal merusak Jalan yang Dibangun Pemda Ketapang.

Jalan Babul Giri sepanjang 630 meter di desa Kinjil Pesisir rusak berat, Padahal jalan itu baru dibangun oleh Pemkab Ketapang dengan memakai dana APBD Ketapang.

Kerusakan jalan ini disebabkan karena kendaraan berat seperti exavator dan mobil truck mixer alias truck molen milik CV Mega Buana Persada sebagai pelaksana proyek pekerjaan pengaman abrasi pantai di desa kinjil pesisir Kecamatan Benua Kayong Ketapang.

Berdasarkan hasil pantauan dilapangan pada Rabu (26/11/2025), mobil dump truck bermuatan material proyek lalu lalang melintasi jalan yang berpondasikan tanah lembek karena jalan itu berada di areal persawahan  penduduk.

Menurut warga, jalan itu awalnya mulus dan sudah di aspal oleh Pemda Ketapang. Tetapi, sejak ada pekerjaan proyek abrasi pantai, kondisinya sudah menjadi rusak berat.

Jalan itu salah satu jalan.masuk ke pantai Pecal yang dibangun oleh pemda Ketapang beraspal. Dulunya mulus sebelum mobil-mobil proyek dan exsa lewat jalan ini,belom rusak berat ” ujar warga yang.mengaku bernama Ujang saat ditanya bpi91.com Rabu (26/11/2025).

Kepala Desa Kinjil Pesisir, Sukan membenarkan kerusakan jalan ini disebabkan karena dilewati kendaraan berat milik kontraktor proyek abrasi pantai yang saat ini sedang bekerja tersebut.

“Rusaknya dari mulai pokok jalan, samping masjid sampai ke ujung. Kira-kira 630 meter,” kata Sukan.

Menurut Sukan, CV Mega Buana Persada saat rapat dengan masyarakat dan BPD sudah menyepakati akan mengembalikan kondisi jalan sepanjang 630 meter seperti kondisi semula, tanpa kerusakan.

“Pelaksana proyek abrasi, berjanji memperbaiki jalan yang rusak ini. Sudah ada kesepakatan dengan masyarakat dan BPD,” imbuhnya.

Akibat komitmen itu, anggaran proyek sebesar Rp 13.7 miliar tersebut berkurang karena dipakai untuk memperbaiki jalan desa dimaksud.

Publis : A.rahman

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Kajati Kepri Selesaikan 4 Kasus di Batam dan Karimun dengan Pendekatan Restoratif Justice.
Next post Menanti Gebrakan Baru BPA di Bawah Nakhoda Kuntadi
Close