BPI91.COM JAKARTA : Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mengungkap ancaman jaringan terorisme yang ada di Indonesia. Salah satu di antaranya adalah upaya penyusupan paham radikal ke lembaga atau institusi negara.
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (25/1/2022).
“Ancaman infiltrasi jaringan teror ke institusi pemerintah, karena strategi mereka juga sepertinya ingin mencoba mendapatkan dukungan dari unsur-unsur yang bekerja di sektor pemerintahan, termasuk di BUMN yang bisa saja mereka ingin memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh negara,” ungkap Boy.
“Oleh karena itu upaya-upaya pencegahan juga kita laksanakan bersama kepada mereka-mereka yang berada di sektor pemerintah dan BUMN,” sambung Boy.
Selain itu, ungkap Boy, ada fenomena teror seorang diri atau lone wolf, cukup meningkat berkaitan dengan penyebarluasan paham radikalisme di sosial media, sehingga seorang diri di antara warga negara telah beberapa kali mejadi pelaku terorisme.
“Kemudian serangan teror terhadap simbol-simbol negara, dan pemanfaatan platform medsos baru,” tukas alumni Akpol 1988 ini.
Cegah Pendanaan Terorisme
Terkait pendanaan terorisme, Boy menyatakan, pihaknya tengah memonitoring perkembangan mata uang digital atau kripto, dalam pendanaan kegiatan terorisme di Indonesia.
Boy menyebut, ada sejumlah modus pendanaan terorisme di Indonesia, oleh karenanya BNPT berperan memonitoring risiko tindak pidana terorisme.
“Pada bidang pendanaan terorisme, bersamaan dengan pemangku kepentingan, BNPT telah mengambil bagian dalam merilis penilaian risiko Indonesia terhadap tindak pidana terorisme dan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal tahun 2021,” beber Boy.
Boy menjabarkan, modus pendanaan terorisme di Indonesia antara lain pemanfaatan kotak amal dan sumbangan, kemudian penggalangan dana dengan cover bisnis lokal, misalnya bisnis home industry (rumah tangga) dan kuliner.
“Selain itu ada juga penjualan aset pribadi, crowd funding oleh individu yang bekerja di luar negeri, crowd funding yang memanfaatkan media seperti MLM atau skema ponzi,” ucap mantan Kapolda Papua ini.
“Apalagi sekarang ada crypto currency. Ini juga sedang mengupayakan dapat ikut monitoring terhadap fenomena berkembangnya fenomena crypto currency saat ini,” pungkas Boy Rafli Amar. @Sutarno
More Stories
Mediasi di Bareskrim Polri Hasilkan Kesepakatan Damai Antara Nabilah O’Brien dan Zendhy Kusuma
BPI91.COM, Jakarta – Biro Pengawasan Penyidikan (Wassidik) Bareskrim Polri memfasilitasi proses mediasi antara Nabilah O'Brien dan Zendhy Kusuma terkait perkara...
Harmoni Nyepi dan Lebaran di Bali, Kakorlantas Polri Pastikan Operasi Ketupat 2026 Tetap Lancar dan Aman
BPI91.COM, Bali – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. melakukan audiensi dengan Gubernur...
Residivis Sabu Diciduk! Polda Papua Barat Daya Bongkar Jalur Makassar-Sorong, Satu DPO Masih Buron
BPI91.COM, Sorong – Polda Papua Barat Daya melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika jenis sabu yang...
Oknum Polisi di Tual Dipecat Tidak Hormat, Terancam 15 Tahun Penjara
BPI.91,COM, Jakarta – Divisi Humas Polri memastikan proses penegakan hukum terhadap oknum anggota berinisial MS dalam kasus kekerasan terhadap anak...
Empat Pemuda Diciduk di Depok-Bogor, Polisi Sita 1,3 Kg Tembakau Sintetis
BPI91.COM, BEKASI – Unit Reskrim Polsek Medan Satria, Polres Metro Bekasi Kota, bergerak cepat memberantas peredaran narkotika golongan I jenis...
Pimpinan Umum Media Polri Independen 91.com Ucapkan Selamat dan Sukses kepada Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho sebagai Kapolda Sumsel
BPI.91, Jakarta – Pimpinan Umum Media Polri Independen 91.com menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho...

