Read Time:2 Minute, 27 Second

 

INDRAMAYU, BPI91.COM – Masa depan Indonesia Raya yang lebih baik hanya akan dapat dicapai oleh bangsanya yang telah menyiapkan cita-cita tersebut melalui nilai-nilai dasar Indonesia Raya, seperti yang disampakan oleh Syaykh Al-Zaytun, Prof. DR. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, M.P. dalam momen Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 di lapangan terbuka stadion Palagan Agung Ma’had Al-Zaytun (17/8/2024).

Bertindak sebagai pembina upacara, Syaykh Panji Gumilang mencontohkan dan mengomandoi para peserta upacara mulai dari santri PAUD, santri kelas 1 hingga 12, Mahasiswa IAI Al Aziz, warga belajar PKBM hingga seluruh eksponen, wali santri, dan semua civitas Ma’had Al-Zaytun, untuk memegang bendera sambil memikirkan kata “merdeka” sembari mengangkat tangan atau bendera setinggi-tinggi nya.

“Angkat tinggi-tinggi bendera dan angkat tangan seluruh yang tidak memegang bendera, merdeka ! merdeka !” kata Syaykh mengawali amanatnya.

Selanjutnya Syaykh mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan mengajak bersyukur dengan usia 79 tahun Indonesia, berikut pidato lengkapnya;

“Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa kita bersyukur hari ini 79 tahun usia Indonesia yang merdeka dan sebentar lagi kita akan masuk umur 100 tahun Indonesia merdeka.

Dalam perjalanan keseharian, misi kemerdekaan di sana-sini masih belum seperti yang dikehendaki oleh kemerdekaan itu sendiri, oleh sebab itu menata kemerdekaan, atau mengisi kemerdekaan adalah melalui pendidikan, mari kita tanamkan pendidikan ini, sebagai wahana untuk menghantarkan bangsa dan rakyat Indonesia menjadi rakyat yang memiliki keadilan dan keberadaban.

Hadirin yang dihormati sekalian, karakter bangsa harus diarahkan , harus diletakkan, pada trek dasar negara yang selalu kita baca, yang selalu kita gembar-gemborkan yang lima itu Pancasila, inilah trek yang harus dilalui, sehingga kejayaan bangsa sampai kapanpun umur sampai kapanpun bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang terbilang, bangsa yang gemilang.

Oleh sebab itu tanamkan wahai putra-putri bangsa Indonesia, yang sedang menempuh pendidikan ini cintailah sesamamu, cintailah sesamamu , cintailah sesamamu seperti kamu mencintai dirimu sendiri, dan cintailah negaramu, cintailah negaramu, cintailah negaramu, seperti kamu mencintai dirimu sendiri, Cintai negaramu lebih daripada kamu mencintai dirimu sendiri !, itu baru bangsa Indonesia akan tampil gemilang dan terbilang dipermukaan dunia ini sampai kapanpun !.

Ini doa dan keinginan kita semua, mudah-mudahan didengar, mudah-mudahan dari arena pendidikan ini Tuhan mengabulkan, jangan sampai bangsa Indonesia ini, kocar-kacir karena karakternya keluar dari dasar negara yang kita cintai, kalau kita ingin tahu karakter bangsa Indonesia adalah bangsanya saling mencintai dan bangsanya mencintai negaranya seperti dirinya sendiri, seperti atau lebih daripada dirinya sendiri, itu karakter, itu karakter dan tanamkan bukan karena agama, tapi karena karakter.

“Ya Allah Ya Rabb kabulkan permohonan kami sebagai bangsa Indonesia, agar kami semua mampu mencintai sesama bangsa ini lebih dari kami mencintai diri sendiri dan kabulkan agar kami mampu mencintai negara kami lebih daripada kami mencintai diri sendiri.”

Dalam amanatnya saat upacara peringatan kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia di Palagan Agung, Ma’had Al-Zaytun , Syaykh di depan lebih dari 5.000 santri, konsisten menanamkan nasionalisme kecintaan pada bangsa Indonesia, tanpa adanya perselisihan atas nama apapun.

(Iwan)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Hari Juang Polri, Jenderal Sigit Ajak Anggota Lebih Semangat Mengabdi
Next post Kapolri: Nilai Perjuangan Harus Jadi Landasan Hadapi Tantangan ke Depan
Close