
BEKASI, BPI91.COM — Kota Bekasi dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat keberagaman tertinggi di Indonesia. Meski dihuni oleh masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, ras, dan golongan, kehidupan sosial di kota ini tetap harmonis dan kondusif.
Tak heran, pada beberapa tahun silam Kota Bekasi sempat meraih predikat sebagai kota paling toleran nomor dua di Indonesia setelah Singkawang, Kalimantan Barat.
Capaian ini bukan diraih secara instan. Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi, Nesan Sudjana, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja kolektif antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat sipil dan media massa.
Hal ini disampaikannya dalam sesi Podcast Asistensi Media Nasional (AsMEN) yang digelar pada 21 Juli 2025 lalu.
“Peran Kesbangpol sangat strategis dalam menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa di daerah. Tapi kami tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan semua pihak, terutama media massa,” ujar Nesan.
Dalam wawancara tersebut, Nesan memaparkan empat tugas pokok dan fungsi utama lembaganya:
Menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa,
Menjaga stabilitas politik dan keamanan daerah,
Melakukan pembinaan wawasan kebangsaan, dan
Mengawasi organisasi kemasyarakatan serta partai politik.
Menurutnya, keberhasilan menciptakan kota yang harmonis sangat bergantung pada literasi publik yang sehat. Di sinilah peran media menjadi sangat penting untuk memberikan informasi yang berimbang dan bebas dari hoaks maupun disinformasi.
Menanggapi Isu Viral
Nesan juga menyinggung soal insiden viral beberapa waktu lalu, terkait dugaan pelarangan ibadah oleh seorang oknum ASN terhadap jemaat gereja di Bekasi. Video yang beredar di media sosial memantik reaksi publik.
Namun, ia menegaskan bahwa kejadian tersebut hanyalah kesalahpahaman yang telah diselesaikan secara baik oleh kedua belah pihak.
“Sayangnya, informasi yang beredar di media sosial kerap sepotong-sepotong. Kalau komunikasi antara semua pihak berjalan baik, insiden seperti itu bisa dicegah,” jelasnya.
Akibat insiden tersebut, indeks kerukunan Kota Bekasi sempat menurun. Namun Nesan tetap optimis, dengan dukungan penuh dari Wali Kota Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Harris Bobihoe, Bekasi bisa kembali menempati peringkat atas sebagai kota paling toleran di Indonesia.
Ia bahkan menargetkan Kota Bekasi meraih predikat sebagai Kota Harmoni Indonesia dalam waktu dekat.
Seruan untuk Bersatu
Di akhir perbincangan, Nesan mengajak seluruh masyarakat Kota Bekasi untuk terus menjaga dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kuncinya adalah silih asah, silih asih, dan silih asuh. Keberagaman bukan hambatan, tapi berkah yang harus kita rawat bersama,” tandasnya.
Dengan masyarakat multikultural yang hidup berdampingan secara damai, Kota Bekasi bukan hanya menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia, tetapi juga simbol bahwa toleransi dan persatuan bisa menjadi fondasi kuat bagi pembangunan bangsa. ( Red )
More Stories
Momentum Hardiknas 2026, Yayasan Mutiara Baru Bangkit dan Buka LKSA hingga Kejar Paket di Bojong Klapa Nunggal Bogor
BERITA POLRI INDEPENDEN. Bogor, 2 Mei 2026 – Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2026, Yayasan Mutiara Baru (YAMUBI) resmi kembali...
Kolaborasi Himpunan Mahasiswa Ahmadiyah dan MUDA, Diskusi Buku 100 Tahun Ahmadiyah Rajut Solidaritas dan Nalar Kritis
BPI91 -Tangerang Selatan - Semangat merajut solidaritas dan memperkuat nalar kritis anak muda mewarnai diskusi dan bedah buku “Muslim Ahmadiyah...
Menko Pangan Bersama Wali dan Wakil Wali Kota Bekasi Tinjau pelaksanaan program MBG di Kota Bekasi dan Cek Lokasi Pengelolaan Sampah Bantargebang
BPI91, Bekasi - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Kota Bekasi untuk meninjau langsung pelaksanaan program...
HUT ke-80 Intelijen Polri, Nuriman Harap Semakin Profesional dan Presisi
BPI91, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Intelijen Polri ke-80 yang jatuh pada 2 Januari 2026, Nuriman, Pendiri sekaligus...
Kajati Kepri dan Gubernur Kepri Teken MoU Pidana Kerja Sosial Berdasarkan KUHP Nasional
TANJUNGPINANG -- KEPRI -- BPI91.COM -- , Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau resmi menandatangani Nota Kesepahaman...
Ketum BPI KPN PA RI Desak Presiden Prabowo Sikap Tegas: Tutup Tambang Liar di Lingga dan Bangka Belitung
LINGGA -- KEPRI -- BPI91.COM ,-- - Ketua Umum BPI KPN PA RI, Rahmad Sukendar, menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk...

