BPI.91,COM, Jakarta – Divisi Humas Polri memastikan proses penegakan hukum terhadap oknum anggota berinisial MS dalam kasus kekerasan terhadap anak di Tual, Maluku, berjalan secara transparan dan profesional. Oknum tersebut telah dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) serta diproses secara pidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menyampaikan hal tersebut dalam keterangan pers di Divhumas Polri, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen menindak tegas setiap pelanggaran, baik melalui mekanisme kode etik maupun proses pidana.
“Proses kode etik telah dilaksanakan dan terhadap oknum MS telah dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat. Ini merupakan wujud komitmen Polri dalam menegakkan aturan internal secara tegas,” ujar Johnny.
Selain sanksi etik, proses pidana juga terus berjalan. Penanganan perkara dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/32/II/2026/SPKT/Polres Tual/Polda Maluku tertanggal 19 Februari 2026. Berkas perkara telah dikirim ke Kejaksaan Negeri Tual pada 24 Februari 2026 dan saat ini masih dalam tahap penelitian Jaksa Penuntut Umum.
Adapun pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 46 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp3 miliar.
Johnny menambahkan, jajaran Polda Maluku melalui Polres Tual dan Satbrimob Polda Maluku telah melakukan langkah-langkah pendampingan terhadap keluarga korban dan memastikan penanganan medis berjalan optimal.
Polri juga menyampaikan empati dan duka mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut. Menurut Johnny, kasus ini menjadi perhatian pimpinan Polri dan ditangani dengan prinsip akuntabilitas.
“Polri tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap setiap personel yang terbukti melakukan pelanggaran. Ini bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mengawal proses hukum secara objektif serta memberikan masukan konstruktif demi perbaikan institusi ke depan.
Polri, kata dia, berkomitmen menjaga transparansi dan memastikan setiap tahapan proses hukum berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
More Stories
PEMIMPIN UMUM MEDIA POLRI BPI91.COM UCAPKAN SELAMAT KEPADA KOMJEN POL SUYUDI ARIO SETO SEBAGAI KAPOLRI BARU, DPR SETUJUI SECARA AKLAMASI
BERITA POLRI INDEPENDEN - JAKARTA, Kabar penting datang dari Senayan. Komisi III dan Rapat Paripurna DPR RI resmi menyetujui Komisaris...
Babinsa Koramil 04/Pulogadung Bersama Komduk Gelar Patroli/Siskamling, Jaga Kamtibmas di Wilayah
BPI91, COM, JAKARTA — Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Koramil 04/Pulogadung melaksanakan kegiatan Patroli/Siskamling Keliling bersama Unsur Komduk di...
Brimob dan Polwan Polda Metro Bagikan Roti untuk Massa Hari Tani
BPI91.COM, JAKARTA — Personel Satbrimob bersama Polwan Polda Metro Jaya membagikan roti dan minuman kepada peserta penyampaian aspirasi dalam peringatan...
Polda Metro Jaya Apresiasi Seluruh Peserta Aksi, Penyampaian Aspirasi Berakhir Tertib
BPI91.COM, JAKARTA — Polda Metro Jaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi di sejumlah titik Jakarta...
Di Tengah Pelayanan Penyampaian Pendapat, Satgas Gakkum Polda Metro Jaya Bagikan Roti dan Minuman
BPI91.COM, JAKARTA — Personel Satgas Gakkum Polda Metro Jaya membagikan roti dan minuman kepada peserta penyampaian pendapat di sekitar kawasan...
Dugaan Penyalahgunaan Barcode Pertanian untuk Pengumpulan Solar Subsidi Terungkap di Pemalang
BPI91.COM, PEMALANG — Dugaan penyalahgunaan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar mencuat di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Praktik...

