Read Time:2 Minute, 30 Second

KETAPANG, BPI91.COM .Jalan dan jembatan merupakan infrastruktur yang paling utama di butuhkan oleh masyarakat karena kalau kedua akses tersebut sudah baik perekonomian dan dunia pendidikan tentu akan berkembang pesat.

Namun acap kali di wilayah pedalaman sering diabaikan oleh Pemkab Ketapang  bahkan terlewatkan dari pembangunan yang sifatnya prioritas oleh Pemerintah Daerah Kabupaten maupun pusat.

Klaudisius Sandi,S.Pd.Gr,guru Bidang Studi PPKn yang mengajar di SMPN. 6 Satap (Merumbuk) desa Bayun Sari kecamatan sungai laur kabupaten Ketapang Kalimantan Barat pada 23 Oktober 2025 menyampaikan keluhannya kepada media ini terkait dengan infrastruktur yang ada di Sungai Laur.

Menurut Sandi setiap hari jam mengajar ia berangkat dari rumahnya di desa selangkut raya dengan sepeda motor dan membawa keranjang bawa barang belanjaanya sendiri dan titipan tetangga,menggunakan waktu sekali jalan sampai satu hari.

Karena Jalan lintas antara desa, sangat rusak parah di natai sengkujut wilayah desa tanjung beringin.

Berangkat pergi mengajar dari rumah jam empat dinihari dan harus sampai di sekolahan jam tujuh,namun berjam jam masih di daerah jalan yang rusak parah tersebut,acap kali motornya saat termasuk ke lobang jalan dan terpeleset ke pinggir jalan di bantu murid murid SMPN 02 harapan baru bisa pergi kesekolahnya berjalan kaki,karena susahnya akses jalan.ungkap Sandi

Wakil ketua pengurus cabang PC PGRI sungai laur menambahkan bahwa sudah 2 tahun 3 bulan ia pergi mengajar ke SMPN 06 tiap hari harus melalui tantangan jalan yang rusak.Pernah dirinya makan di jalan akibat kelelahan mendorong motornya.

Jalan di perhuluan sungai Laur pernah bagus saat program karya bakti dari TNI AD tahun 2020.Sejak itu sampai saat ini tidak ada perawatan yang signifikan dilakukan oleh Pemkab Ketapang.

“Wajar saja waktu lima tahun semua akses jalan dan jembatan sudah memprihatinkan mulai dari desa sepotong sampailah ke hulu mungguk meranang limat Merabu,papar alumni IKIP PGRI ini.

Sandi berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang khususnya dinas terkait dan DPRD dapil 2, untuk segera membangun akses jalan penghubung antara desa perhuluan sungai laur.

“Supaya semua lapisan masyarakat perhuluan bisa melakukan aktivitas dengan lancar,baik yang menggunakan kendaraan serta pejalan kaki bisa sampai ketempat tujuan dengan nyaman aman dan perekonomian masyarakat pedalaman berjalan dengan baik,serta bidang pendidikan bisa berjalan sesuai harapan pungkas Sandi

Selain itu Suryadi Ketua LSM Peduli Kayong Ketapang menyampaikan kepada media ini,bahwa terlihat dari data Layanan Pengadaan Secara Elektronik LPSE Kabupaten Ketapang,bahwa pekerjaan penunjukan langsung PL dari Pokok Pikiran anggota DPRD,banyak tak tepat sasaran untuk di daerah pedalaman.

“Pokir DPRD merupakan aspirasi masyarakat yang diserap anggota dewan melalui kegiatan seperti reses atau rapat dengar pendapat. Aspirasi ini kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan rencana kerja pemerintah daerah dan penganggaran APBD untuk mengatasi masalah pembangunan di daerah.ungkap Suryadi

Lebih lanjut di sampaikan banyak paket pekerjaan di bangunkan jalan beton yang keadaan dasar jalannya bagus,sedangkan jalan separah perhuluan tidak di sentuh pokir DPRD tersebut.

“Ia berharap dengan berita ini agar anggota DPRD di dapil yang bersangkutan memprioritaskan letak (sta)dari pekerjaan penunjukan langsung untuk ke titik titik terparahnya,tutup Suryadi

Penulis : Mustakim/A.R

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Danramil 1204-13/Belitang Hulu Bersama Warga Gelar Jumat Bersih, Perbaiki Jembatan Di Desa Balai Sepuak
Next post Danrem 121/Abw Sambangi Warga Yang Bantu Angkat Material Pekerjaan Rabat Beton Di Desa Ratu Sepudak
Close