Anggota Komisi III DPRD Kotim Minta Pemerintah Daerah Tertipkan Solar Subsidi.
SAMPIT. BPI91.COM.
Sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite,dalam beberapa hari terahir ini jadi sorotan tajam,
Dikabarkan bahwa pertalite, bersubsidi ini banyak dilangsir disejumlah Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum, SPBU di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Sumber informasi warga yang enggan disebutkan namanya pada (17/06/2025) menyebutkan, bahwa memang benar tidak nampak adanya pertalite, bersubsidi yang banyak dilangsir oleh sebagian masyarakat untuk memenui ekonomi sehari hari, namun tidak kalah pentingnya bagai mana dengan maraknya solar bersubsidi disejumlah SPBU yang dilangsir oleh banyaknya mobil besar jenis kontaener, dan sejenisnya kok aman aman saja apakah memang sengaja dibiarkan, oleh Pemerintah kata warga.
Senada dengan keterangan warga lainya, memang bukan rahasia umum lagi pengisian BBM solar oleh mobil yang sama dengan memggunakan barcode berbeda beda. “Jadi mobil yang sama bisa mengisi BBM itu berulang-ulang kali masuk ke pengisian, itukan sangat mustahil kalau petugas SPBU tidak ada kerjasamanya dengan oknum itu, “kata dia.
Meski demikian perkara ini masih belum diketahui apakah sindikat penyalahgunaan BBM subsidi ini akan berahir, masih menjadi masalah klasik yang sulit dituntaskan meskipun sudah ada menggunakan sistem barcode namun masih memiliki kelemahan.
Dia juga mengakui masih banyak SPBU dalam Kota Sampit ditemukan mobil yang mengisi minyak subsidi dengan menggunakan barcode lebih dari satu. “Mudah saja coba pantau di SPBU mulai dari awal pengisian sampai selesai pasti ada mobil yang masuknya lebih dari satu kali, bahkan tiga kali memyedot solar subsidi, dimana peran pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menertipkan penyalagunaan BBM bersubsidi, jangan seakan akan tutup mata.
Sementara menurut Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Komisi III. Ir. SP Lumban Gaol,mengatakan kepada media ini Rabu 17/06/2026 bahwa, Kelangkaan
pertalite hampir diikuti juga jenis pertamax, hal ini sempat membuat beberapa SPBU mengalami kekosongan dua jenis BBM ini.
Informasi yang kami dapatkan ini disebabkan adanya keterlambatan pasokan dua jenis BBM tersebut.
Kita berharap agar pasokan segera pulih. Disinyalir penyebabnya pelangsir untuk dua jenis BBM ini mungkin hanya bersifat temporer saja.
Yang sudah menjadi kegiatan pelangsiran bersifat akut adalah pada jenis BBM solar bersubsidi. Bahkan jenis ini secara terang terangan di kordinir oleh oknum preman preman yang berlindung sebagai tukang parkir hampir di disemua SPBU yang menyediakan BBM solar bersubsidi.
Dan ini yang perlu segera diterbitkan oleh pemerintah daerah agar setiap orang bisa merasa nyaman dalam memperoleh hak bagi setiap orang yang berhak mendapatkannya.” Katanya.
( Ky)

