BANTEN, BPI91.COM – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Setu menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang ketiga.
Bertempat di aula Kelurahan Kademangan, acara ini mengusung tema “Potensi Kerawanan TPS pada Hari Pemungutan Suara” dan diikuti oleh seluruh PTPS yang berjumlah 133 PTPS yang tersebar di enam kelurahan. Se-Kecamatan Setu.
Koordinator Panwaslu Kecamatan Setu, Bapak Ahmad Kosasih, S.Pd menyampaikan bahwa bimtek ini bertujuan memberikan pembekalan kepada para PTPS agar lebih siap menghadapi potensi permasalahan di lapangan pada saat hari pemungutan suara.
Ketua Panwaslu Kecamatan Setu, Bapak Akhmad Sayuti, S.Ag dalam sambutannya, menegaskan pentingnya pengawasan yang ketat dan profesional untuk memastikan proses pemilu berjalan sesuai prinsip demokrasi.
“Sebagai ujung tombak pengawasan di tingkat TPS, PTPS harus memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai. Potensi kerawanan seperti intimidasi pemilih, politik uang, pelanggaran administratif, hingga konflik di TPS perlu diantisipasi secara matang,” ungkap Ketua Panwaslu Kecamatan Setu dalam pembukaan acara.
Pembekalan Mendalam untuk Antisipasi Kerawanan
Dalam Bimtek ini, para peserta mendapatkan materi yang berfokus pada identifikasi dan penanganan potensi kerawanan di TPS. Materi meliputi pemahaman regulasi pemilu, tugas pokok dan fungsi PTPS, hingga strategi komunikasi dalam menangani situasi sulit di lapangan. Selain itu, simulasi teknis tentang cara menangani pelanggaran di TPS juga menjadi bagian penting dari pelatihan ini.
Narasumber menyampaikan bahwa setiap TPS memiliki potensi kerawanan yang berbeda-beda, tergantung pada situasi dan kondisi di wilayah tersebut. Oleh karena itu, pengawas TPS perlu memahami karakteristik masing-masing TPS di wilayah tugas mereka. “Kita harus sigap, jeli, dan tetap menjaga independensi. Tugas utama PTPS adalah memastikan proses pemungutan suara berjalan lancar tanpa intervensi dari pihak mana pun,” tegasnya.
Simulasi dan Diskusi Interaktif
Pada sesi simulasi, para peserta diberikan contoh-contoh kasus yang sering terjadi di TPS, seperti dugaan kecurangan dalam penghitungan suara, pemilih ganda, hingga tindakan intimidasi oleh oknum tertentu. Simulasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada para PTPS dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.
Sesi diskusi interaktif juga berlangsung dinamis, di mana peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait kendala yang mungkin mereka hadapi.
Pertanyaan seputar cara melaporkan pelanggaran, prosedur koordinasi dengan Panwaslu Kecamatan, hingga langkah hukum terhadap pelaku pelanggaran menjadi fokus utama dalam diskusi tersebut.
Komitmen untuk Demokrasi yang Bersih
Peserta Bimtek menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan kesiapan mereka untuk menjalankan tugas dengan penuh integritas. Salah seorang peserta, Fata Mujahid, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat membantunya memahami tugas dan tanggung jawab sebagai pengawas TPS.
“Kami merasa lebih siap untuk mengawasi jalannya proses pemilu. Dengan bekal ini, kami yakin dapat menjaga integritas demokrasi di wilayah kami,” ujarnya.
Panwaslu Kecamatan Setu menekankan bahwa Bimtek ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mendorong keberhasilan pemilu yang berintegritas. Mereka berharap, dengan pelatihan yang diberikan, seluruh PTPS dapat berperan aktif dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan transparan.
Harapan untuk Pemilu Berkualitas
Melalui kegiatan ini, Panwaslu Kecamatan Setu menginginkan proses demokrasi yang berjalan sesuai aturan, bebas dari pelanggaran, dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar menjadi pilihan rakyat.
Ketua Panwaslu menutup acara dengan pesan kepada para peserta untuk selalu menjaga profesionalitas, menjunjung tinggi kode etik, dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Pemilu bukan hanya sekadar pesta demokrasi, tetapi juga wujud kepercayaan masyarakat terhadap proses politik yang bersih. Peran PTPS sangat menentukan dalam menjaga kepercayaan tersebut,” tutupnya.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi dengan jumlah sesi pertama sebanyak 67 PTPS dan Sesi kedua 66 PTPS.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, seluruh PTPS Kecamatan Setu diharapkan dapat menjalankan tugas dengan baik pada hari pemungutan suara mendatang, sehingga proses pemilu dapat berlangsung dengan damai, aman, dan terpercaya.@Aceng
More Stories
Kapolsek Selagai Lingga Aktif Turun ke Lapangan, Wujudkan Kamtibmas Kondusif di Lampung Tengah
BPI91.COM, Lampung Tengah – Kapolsek Selagai Lingga, Iptu Yudi Chandra SH, menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)...
Mediasi di Bareskrim Polri Hasilkan Kesepakatan Damai Antara Nabilah O’Brien dan Zendhy Kusuma
BPI91.COM, Jakarta – Biro Pengawasan Penyidikan (Wassidik) Bareskrim Polri memfasilitasi proses mediasi antara Nabilah O'Brien dan Zendhy Kusuma terkait perkara...
Harmoni Nyepi dan Lebaran di Bali, Kakorlantas Polri Pastikan Operasi Ketupat 2026 Tetap Lancar dan Aman
BPI91.COM, Bali – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. melakukan audiensi dengan Gubernur...
Residivis Sabu Diciduk! Polda Papua Barat Daya Bongkar Jalur Makassar-Sorong, Satu DPO Masih Buron
BPI91.COM, Sorong – Polda Papua Barat Daya melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika jenis sabu yang...
Oknum Polisi di Tual Dipecat Tidak Hormat, Terancam 15 Tahun Penjara
BPI.91,COM, Jakarta – Divisi Humas Polri memastikan proses penegakan hukum terhadap oknum anggota berinisial MS dalam kasus kekerasan terhadap anak...
Empat Pemuda Diciduk di Depok-Bogor, Polisi Sita 1,3 Kg Tembakau Sintetis
BPI91.COM, BEKASI – Unit Reskrim Polsek Medan Satria, Polres Metro Bekasi Kota, bergerak cepat memberantas peredaran narkotika golongan I jenis...

