Read Time:1 Minute, 48 Second

INDRAMAYU, BPI91.COM, – Al Zaytun 7 Juli 2024, pada perhelatan 1 Syuro 1446, yang dihadiri oleh ribuan peserta dan tamu undangan dari lintas agama, tidak bisa dihadiri oleh sang juru taktik, baik oleh Syaykh Al Zaytun sebagai pimpinan maupun oleh ketua yayasan yang berhalangan kesehatan.

Namun, ketidak hadiran dua juru taktik Al Zaytun tak membuat gentar ponpes tersebut dalam memeriahkan tahun baru Islam. Justru tamu dan kunjungan lebih ramai dari tahun sebelumnya.

Antusiasme para pengunjung dan berbagai tokoh lintas agama saling memberikan support dan doa dalam tema 1 Syuro kali ini, “Kebangkitan dari Dalam Menuju Indonesia Gemilang” atau lebih familiar di lingkungan kampus Al Zaytun dengan istilah *”REMONTADA FROM WITHIN”*.

Tanpa kehadiran sang maestro yakni Syaykh Panji Gumilang bukan berarti pesan dan strategi membangun Indonesia gemilang tidak sampai pada generasi selanjutnya.

Dalam pembukaan acara saja, saat menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza, terasa berbeda sekali. Lagu yang dinyanyikan seluruh khalayak ramai, dipandu oleh siswi MI kelas 6.

Tentu hal ini menjadi tolak ukur sebagai contoh bahwa Lagu Indonesia Raya 3 Stanza telah masuk dalam hati dan jiwa anak-anak usia dini.

Dengan lantang “marilah kita berseru Indonesia bersatu, marilah kita mendoa Indonesia bahagia, dan marilah kita berjanji Indonesia abadi” di 3 stanza tersebut mengajak bahwa dalam situasi seperti saat ini harus menjadikan sesuatu yang terbaik dari yang terbaik.

Maka setelah lirik mengajak, di stanza pertama ada kalimat “Indonesia bersatu” di stanza ke dua “Indonesia bahagia” dan disusul stanza ke 3 “Indonesia Abadi”.

“The Comeback” istilah lain dari “Remontada”, dengan memajukan generasi muda untuk Indonesia gemilang.

Juru taktik yang handal yang telah dilakukan seolah kita yang sudah mengenyam pendidikan harus mampu menjiwai dan mencintai negara dan dasar negara sebagai asas berdemokrasi.

Khidmat tanpa sang juru taktik. Langkah demi langkah menjadi terlihat dalam kebhinekaan dan persatuan dalam ponpes Al Zaytun.

Bukan _kaleng-kaleng_ visi misi Al Zaytun yakni “Pusat pendidikan, toleransi dan Perdamaian Menuju Masyarakat yang Sehat, Cerdas, dan Manusiawi” tersebut telah membuktikan permainan yang indah dalam isu yang makin tak sedap.

Butuh berapa lama Al Zaytun akan me-La Remontada keadaan. Jika melihat situasi dan karya yang terus dibangun, sepertinya tidak akan lama lagi.

WARTAWAN: HUSNUL

EDITOR: Adi P. & TEAM

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Peringatan 1Syuro 1446 H di Ponpes Alzaytun Di hadiri Tamu Dari Lintas Agama
Next post Kadiv Yankum dan HAM Tilik Ke Lapas Kediri
Close