
KERAWANG, BPI91.COM — Di tengah hamparan hijau padi yang merunduk menandai musim panen, Desa Pusaka Jaya Selatan di Kecamatan Cilebar, Karawang, menjadi saksi lahirnya harapan baru. 25/06/25
Yayasan Rindang Indonesia menggelar panen raya di atas lahan wakaf sekira satu hektar di Kampung Cikunir. Kegiatan ini bukan sekadar panen, melainkan simbol nyata dari kolaborasi sosial demi ketahanan pangan nasional dan kepedulian terhadap sesama.
Acara yang berlangsung khidmat dan sarat makna ini juga dirangkai dengan santunan kepada puluhan anak yatim dan janda lansia yang tinggal di lingkungan sekitar.
Mereka menerima paket bahan pokok, uang saku dan mushaf Alquran diserahkan langsung oleh jajaran pengurus Yayasan Rindang Indonesia, sebagai bentuk kepedulian nyata yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Yayasan Rindang Indonesia M. Adhie Pamungkas, Dewan Penasehat Aswar Wahab, Pendamping Yayasan Iptu Slamet Riyadi, serta para pengurus lainnya yang turut turun ke sawah, menyambut panen dengan penuh syukur.
Dalam sambutannya, Aswar Wahab, Dewan Penasehat sekaligus donatur tetap Yayasan Rindang Indonesia, mengapresiasi program wakaf untuk ketahanan pangan yang diusung oleh yayasan.
“Ini sangat baik sekali, apalagi jika kolaborasi antara lembaga sosial dan pemerintah diperkuat. Ini bisa membawa manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Pria asal Mandar, Sulawesi Selatan ini menekankan pentingnya memanfaatkan lahan tidur yang selama ini terbengkalai, agar bisa diubah menjadi lahan produktif melalui program wakaf. Menurutnya, inilah solusi konkret menghadapi ancaman ketahanan pangan Indonesia.
“Asal ada sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, pesantren, sekolah, kampus, dan masyarakat, saya yakin kita bisa menjawab tantangan besar seperti perubahan iklim, infrastruktur, irigasi hingga distribusi,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak ragu memasuki sektor pertanian. “Bertani itu mulia, bisnis yang menjanjikan, dan penuh nilai sosial jika dilakukan dengan visi besar dan pengelolaan yang profesional.”
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Yayasan Rindang Indonesia, M. Adhie Pamungkas, menjelaskan bahwa panen raya ini merupakan bagian dari visi besar Rindang Indonesia untuk mewujudkan penguasaan 1.000 hektar sawah produktif wakaf hingga 2045.
Melalui skema wakaf uang dengan estimasi Rp100.000 per meter persegi, program ini diarahkan untuk menguatkan ketahanan pangan bagi anak yatim, dhuafa, dan masyarakat lokal.
“Bukan mimpi kosong. Program 1000 hektar Ini bisa diwujudkan lebih cepat dari 2045 asal ada dukungan semua pihak. Ini bukan sekadar soal menanam padi, tapi menanam masa depan,” tandas Aswar Wahab penuh keyakinan.
Usai panen, suasana berubah menjadi haru ketika puluhan anak yatim dan janda lansia menerima santunan sembako dari yayasan.
Tak hanya berupa materi, acara ini juga dibalut dengan doa bersama yang ditujukan khusus untuk almarhumah Ibu Asmah Wahab, ibunda dari Aswar Wahab, sebagai bentuk penghormatan dan rasa cinta dari seluruh keluarga besar Yayasan Rindang Indonesia.
Warga setempat turut larut dalam suasana. “Kami sangat terbantu. Semoga program ini terus berlanjut dan lahan-lahan lain juga bisa jadi sawah seperti ini,” ucap Ibu Neni, salah satu janda lansia penerima santunan.
Ate Heryana, salah seorang warga setempat yang mengelola lahan mengungkapkan perasaan senang dan harapannya.
“Positif dan baik bagi masyarakat setempat harapannya program Yayasan Rindang Indonesia seperti ini bisa terwujud lebih luas seperti yang dicita-citakan 1000 hektar lahan sawah,” katanya.
Panen raya kali ini bukan hanya tentang beras yang dihasilkan dari tanah, tetapi tentang rasa yang tumbuh dari kepedulian. Yayasan Rindang Indonesia memberi contoh bagaimana program wakaf sangat efektif menjadi instrumen perubahan sosial, ekonomi, dan pemberdayaan yang nyata.
Dari hamparan sawah Kampung Cikunir, harapan tumbuh bersama bulir padi. Dan dari tangan-tangan para dermawan, masa depan anak-anak yatim dan masyarakat dhuafa sedang disemai — setiap bertambah satu meter persegi lahan wakaf, bertambah pula satu langkah menuju ketahanan pangan Indonesia.
Wartawan by : Sastra S.
More Stories
Kolaborasi Himpunan Mahasiswa Ahmadiyah dan MUDA, Diskusi Buku 100 Tahun Ahmadiyah Rajut Solidaritas dan Nalar Kritis
BPI91 -Tangerang Selatan - Semangat merajut solidaritas dan memperkuat nalar kritis anak muda mewarnai diskusi dan bedah buku “Muslim Ahmadiyah...
Menko Pangan Bersama Wali dan Wakil Wali Kota Bekasi Tinjau pelaksanaan program MBG di Kota Bekasi dan Cek Lokasi Pengelolaan Sampah Bantargebang
BPI91, Bekasi - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Kota Bekasi untuk meninjau langsung pelaksanaan program...
HUT ke-80 Intelijen Polri, Nuriman Harap Semakin Profesional dan Presisi
BPI91, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Intelijen Polri ke-80 yang jatuh pada 2 Januari 2026, Nuriman, Pendiri sekaligus...
Kajati Kepri dan Gubernur Kepri Teken MoU Pidana Kerja Sosial Berdasarkan KUHP Nasional
TANJUNGPINANG -- KEPRI -- BPI91.COM -- , Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau resmi menandatangani Nota Kesepahaman...
Ketum BPI KPN PA RI Desak Presiden Prabowo Sikap Tegas: Tutup Tambang Liar di Lingga dan Bangka Belitung
LINGGA -- KEPRI -- BPI91.COM ,-- - Ketua Umum BPI KPN PA RI, Rahmad Sukendar, menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk...
Masyarakat Mintak pemerintah daerah baik pusat Untuk perhatikan bangun jembatan penghubung
LINGGA -- KEPRI -- BPI91.COM -- Menindak Lanjuti arahan Presiden yang di sampaikan oleh Mendagri dalam rapat Koordinasi menangani keterbatasan...

