Read Time:1 Minute, 3 Second

www.bpi91.com Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa laut bukan tempat sampah, menyusul terjadinya pencemaran limbah tes antigen yang mengotori Selat Bali.

“Kalau laut kita rusak bagaimana? Kalau sampahnya sudah luar biasa, kemudian kualitas biota di dalamnya menurun, apa yang terjadi? Seluruh kehidupan juga ikut rusak,” tegas Menteri Trenggono dalam siaran pers KKP, Rabu (2/2/2022).

Membuang sampah di laut bertentangan dengan amanah Perpres Nomor 83 Tahun 2018, tentang Penanganan Sampah Laut.

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen mengurangi sampah sebanyak 30% melalui 3R (Reuse, Reduce dan Recycle), dengan penanganan sampah sebanyak 70% sampai tahun 2025, serta berusaha mengurangi sampah plastik yang masuk ke laut hingga 70% sampai tahun 2025.

“Kalau ini dibiarkan bisa terulang, maka dari itu perlu tindakan tegas, dan perlu ditekankan bahwa laut bukan keranjang sampah,” sambungnya.

Laut memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan makhluk hidup di darat. Selain sebagai sumber pangan, laut juga penghasil oksigen dan penyerap emisi karbon yang dihasilkan oleh aktivitas manusia.

Sebagaimana informasi sebelumnya, ribuan limbah bekas alat tes antigen ditemukan berserakan di sepanjang pantai Selat Bali. Kejadian ini pertama kali direkam oleh penumpang kapal yang tengah menyeberang ke Pulau Bali.

“Sekali lagi saya tegaskan, laut itu erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Jadi harus kita jaga,” pungkasnya.

Red_*

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Trauma Healing Vaksinasi dari Polisi ke Siswa SD di Bondowoso
Next post Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Babinsa Darul Aman Sambangi Peternak Kambing
Close