BPI91.COM, Koperasi HKTI Tamara Bumi Indonesia sebagai Koperasi dari organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) meminta kepada perusahaan perkebunan yang telah mendapatkan HGU untuk tidak semena-mena terhadap para petani, kalau sudah mendapatkan HGU maka lakukan langkah yang baik kepada para petani, bukan asal main ancan dan tiba-tiba mendatangkan alat berat untuk merusak tanaman petani yang sudah ada, demikian disampaikan Ketua Koperasi HKTI, Mayjen TNI (Purn) Winston Simanjuntak.
Para petani penggarap menggantungkan ekonominya dari lahan tersebut hanya sekedar untuk kebutuhan hidup mereka dan keluarganya serta mereka juga telah memberikan sumbangsih terhadap ketahanan pangan negara, maka keberadaan petani penggarap yang sudah dulu ada harus dihargai, perusahaan jangan asal main masuk, gak ada permisi, gak ada konpensasi bahkan tanaman yang ada justru dirusak, jelas Mayjen TNI (Purn) Winston Simanjuntak yang merupakan mantan Pangdam Bukit Barisan.
Koperasi HKTI TAMARA BUMI INDONESIA juga telah membina para petani penggarap di kampung penyengat dusun 3 Mungkal Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Provinsi Riau, maka dari itu sehubungan ada perusahaan perkebunan yang telah mengklaim mendapatkan HGU dan ada indikasi mengambil lahan garapan petani binaan Koperasi HKTI, saya sampaikan agar menghentikan pengrusakan tanaman dan tidak masuk ke lahan kami, lanjut Winston Simanjuntak.
Disampaikan juga oleh Ketua Umum GEMATARA (Gerakan Masyarakat Tani Reforma Agraria), Afifudin Ghozalian, kalau sekarang banyak perusahaan korporasi yang mentang-mentang punya HGU dan berbuat semena-mena terhadap petani, seharusnya perusahaan tersebut melakulan langkah manusiawi dengan mengganti tanah garapan petani serta tanaman yang ada, juga banyak perusahaan yang belum merealisasikan plasma, hal ini harus dihentikan dan BPN harus mengevaluasi yang seperti ini bila perlu dicabut izinnya.
GEMATARA juga menyoroti keberadaan Perusahaan perkebunan yang banyak bermasalah dengan lingkungan dan masyarakat terkait persoalan dalam mengelola lahan HGU, ini harus menjadi catatan bagi Kementerian ATR/BPN, jangan sampai ada perusahaan manapun yang bermasalah dan tidak melaksanakan plasma bisa diperpanjang lagi HGUnya.
Negara jangan sampaj hanya berorientasi pada kepentingan perusahaan atau investor tetapi tidak memperhatikan nasib petani, lanjut Afifudin Ghozalian
(*)
More Stories
Perwakilan Angkatan Muda Badik Lampung mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung
BERITA POLRI INDEPENDEN | Bandar Lampung Jumat, 21 Agustus 2026. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan penghentian penyelidikan terhadap laporan polisi yang melibatkan...
Anak Rindang Indonesia Ukir Prestasi di Kejuaraan Pencak Silat se-Jawa Barat
BERITA POLRI INDEPENDEN - Kota Bekasi. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh anak-anak binaan Yayasan Rindang Indonesia. Dalam ajang PEMUDA PRESTASI...
Pecah Ego Sektoral, Menkum Supratman & LAN Luncurkan Forum Komunikasi Kebijakan untuk Lahirkan Aturan Berbasis Bukti
BERITA POLRI INDEPENDEN – JAKARTA. Badan Strategi Kebijakan Hukum (BSK Hukum) Kementerian Hukum bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) resmi menginisiasi Forum...
Jalin Silaturahmi Tim Kemenkum DKI dan Organisasi Advokat PADIRaya Dorong Posbakum Kelurahan Aktif di Kalibaru Cilincing Jakarta Utara
BERITA POLRI INDEPENDEN - JAKARTA UTARA, Berdasarkan Surat Pemberitahuan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Khusus Jakarta Nomor W.10-HN.04.03-736, Tim Penyuluh...
BERITA POLRI INVESTIGASI KOMITMEN KONTROL SOSIAL YANG PROFESIONAL DAN BERIMBANG
BERITA POLRI INDEPENDEN - Jakarta, Memperingati hari jadinya, seluruh keluarga besar media Berita Polri Investigasi menyampaikan pernyataan resmi terkait komitmen...
UCAPAN SELAMAT DAN APRESIASI
BERITA POLRI INDEPENDEN. BANDUNG — Selamat dan sukses kepada seluruh Advokat, Perkumpulan Advokat Demokrasi Indonesia Raya (PADIRAYA) yang telah resmi disumpah...

