BPI91 COM, JAKARTA – Gerakan organisasi masyarakat (ormas) Khilafatul Muslimin sebagai kejahatan yang tersembunyi atau invisible crimes. Kelompok ini bergerak melanggar hukum dengan melawan ideologi negara dengan cara-cara tersembunyi.
“Kejahatan tersebut bergerak di bawah bayangan dan kegelapan, berada di sudut gelap sisi kehidupan yang tidak terawasi, berlindung dan berbaur dalam praktik-praktik sosial, politik, ekonomi, keagamaan, dan kemasyarakatan yang dikenal sebagai hidden crimes atau invisible crimes, Jaya, Kamis, 16 Juni 2022.
Gerakan Khilafatul Muslimin bukan sekadar pelanggaran hukum pidana konvensional melainkan masuk kategori offences against the state. Dia menyebut Khilafatul Muslimin telah menantang legitimasi dan kedaulatan dari negara demokratis yang sah.
“Mengancam pilar-pilar berbangsa dan bernegara. Merusak nilai, asas, dan tatanan empat pilar kebangsaan,”
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan Abdul Qadir Hasan Baraja mendirikan Khilafatul Muslimin untuk melanjutkan perjuangan Negara Islam Indonesia (NII) yang sebelumnya dilakukan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo.
Kartosoewirjo merupakan tokoh islam Indonesia yang memelopori pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (TII) sejak 1949 hingga 1962. Kartosoewirjo mendirikan NII berdasarkan hukum syariah islam dan diproklamasikan pada 7 Agustus 1949.
“Tujuan didirikan ormas Khilafatul Muslimin, yaitu untuk melanjutkan perjuangan Negara Islam Indonesia Kartosuwiryo dan kaderisasi ideologi kekhalifahan,” kata Hengki.
Hengki menjelaskan Abdul Qadir mendirikan Khilafatul Muslimin pada 1997 saat menjalani masa hukuman penjara. Dia dibui karena terlibat kasus NII.
“Khilafatul Muslimin didirikan Abdul Qadir Hasan Baraja atau yang merupakan sosok pemimpin tertinggi pada 1997. Abdul Qadir mendirikan Khilafatul Muslimin saat dipenjara dengan cara membuat maklumat dan menuliskannya ke secarik kertas,” kata dia.
Mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat itu melanjutkan Abdul Qadir menasbihkan selaku pemimpin tertinggi (Amirul Mu’minin). Dia mengganggap dirinya sebagai penerus Kekhalifahan Nabi (Khalifah nomor 105) setelah meninggalnya Rasulullah SAW.
“Secara hierarki, Abdul Qadir Hasan Baraja ini selaku khalifah atau Amirul Mu’minin dibatu oleh tuga Amir Daulah yang membawahi seluruh wilayah nusantara, meliputi Amir Daulah wilayah Jawa Timur, Sumatra (membawahi juga Kalimantan), dan Amir Daulah wilayah Indonesia Timur,” Tutup Hengky
JURNALIS : Sutarno
More Stories
PEMIMPIN UMUM MEDIA POLRI BPI91.COM UCAPKAN SELAMAT KEPADA KOMJEN POL SUYUDI ARIO SETO SEBAGAI KAPOLRI BARU, DPR SETUJUI SECARA AKLAMASI
BERITA POLRI INDEPENDEN - JAKARTA, Kabar penting datang dari Senayan. Komisi III dan Rapat Paripurna DPR RI resmi menyetujui Komisaris...
Babinsa Koramil 04/Pulogadung Bersama Komduk Gelar Patroli/Siskamling, Jaga Kamtibmas di Wilayah
BPI91, COM, JAKARTA — Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Koramil 04/Pulogadung melaksanakan kegiatan Patroli/Siskamling Keliling bersama Unsur Komduk di...
Brimob dan Polwan Polda Metro Bagikan Roti untuk Massa Hari Tani
BPI91.COM, JAKARTA — Personel Satbrimob bersama Polwan Polda Metro Jaya membagikan roti dan minuman kepada peserta penyampaian aspirasi dalam peringatan...
Polda Metro Jaya Apresiasi Seluruh Peserta Aksi, Penyampaian Aspirasi Berakhir Tertib
BPI91.COM, JAKARTA — Polda Metro Jaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi di sejumlah titik Jakarta...
Di Tengah Pelayanan Penyampaian Pendapat, Satgas Gakkum Polda Metro Jaya Bagikan Roti dan Minuman
BPI91.COM, JAKARTA — Personel Satgas Gakkum Polda Metro Jaya membagikan roti dan minuman kepada peserta penyampaian pendapat di sekitar kawasan...
Dugaan Penyalahgunaan Barcode Pertanian untuk Pengumpulan Solar Subsidi Terungkap di Pemalang
BPI91.COM, PEMALANG — Dugaan penyalahgunaan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar mencuat di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Praktik...

