Read Time:1 Minute, 54 Second

YOGYAKARTA, BPI91.COM- Kabik Amaz Jasikha adalah tokoh perempuan muda dari etnis Dayak yang terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Untuk mewujudkan kemajuan di daerahnya, sarjana ekonomi lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang akrab dipanggil Cika ini mencita-citakan terbangunnya kolaborasi antar cendekiawan lintas nusantara. Ia memulai dengan membangun kerjasama dengan para akademisi di Yogyakarta.

Cika berpendapat bahwa kolaborasi adalah kunci kemajuan bersama. Dalam kolaborasi kita saling belajar dan berbagi, serta saling mendukung dan menguatkan.

Karena saya berpengalaman kuliah di Yogyakarta maka saya bertekad membangun kolaborasi antar cendekiawan itu dengan para akademisi, peneliti, dan penulis yang ada di Yogyakarta, kata Cika.

Untuk itu Cika telah bersilaturahmi dengan beberapa tokoh akademisi di Yogyakarta antara lain peneliti kependudukan Dr. Basilica Dyah Putranti dan pakar kebijakan publik Prof. Dr. Gabriel Lele di Universitas Gadjah Mada. Dan untuk mewujudkan karya tulis kolaboratif, Cika bekerjasama khusus dengan Dr. Haryadi Baskoro, antropolog yang juga dikenal sebagai pakar Keistimewaan Yogya.

Dr. Haryadi Baskoro merasa senang ketika puteri dari Yetro Midel Yosep yang adalah anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah itu mengajaknya berkolaborasi.

Saya rasa kolaborasi yang bersifat intelektual itu harus terukur secara akademis, yang salah satunya adalah mewujudkan karya buku. Karena Kabik Amaz Jazikha pernah berkuliah di Yogya maka kami akan berkolaborasi untuk menulis buku tentang kehidupan dan kebudayaan Dayak yang tumbuh di Yogyakarta, tutur penulis buku-buku tentang Keistimewaan DIY ini.

Menurut Dr. Haryadi Baskoro, budaya Dayak dan budaya Yogya sama-sama menjunjung tinggi prinsip-prinsip kepemimpinan yang unggul.

Dalam budaya Dayak di Kalimantan Tengah ada prinsip Mamut Menteng yang artinya pemimpin itu harus gagah perkasa dalam sikap dan perbuatan. Lalu ada pula prinsip Barendeng, artinya pemimpin harus mau mendengar aspirasi dan komplain dari rakyat, kata Haryadi.

Pulung Wahyu Pinto SH dari HP Managemen menyatakan mendukung niat Kabik Amaz Jasikha. Ia mengatakan bahwa sangat bagus jika ada pemimpin muda yang bervisi membangun kolaborasi antar kaum cendekiawan. Menghadapi berbagai tantangan yang semakin berat, mulai dari masalah PHK massal hingga perubahan iklim, para cerdik-pandai harus mengedepan. Para akademisi, pakar, dan ilmuan dituntut untuk bisa memberi solusi-solusi inovatif dan kreatif.

Kita jangan terjebak hanya dalam wacana, narasi, dan retorika. Buku-buku tentang kebudayaan juga harus bisa memberi masukan praktis yang solutif sehingga literatur itu bisa dipakai untuk pertimbangan dalam pengambilan kebijakan-kebijakan pembangunan, kata Pulung.(Herman)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Majelis Ta’lim Nurul Al-Muhajirin Bekasi Gelar Pengajian Rutin Mingguan
Next post Kapolri Silaturahmi, Beri Motivasi untuk Siswa Terpilih SMA Kemala Taruna Bhayangkara
Close