Read Time:3 Minute, 41 Second

 

BPI91.COM – Dalam rangka mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan Yayasan Rindang Indonesia terus memperluas cakupan kegiatan pengabdian masyarakat.

kali ini di hari Minggu, 22 Februari 2023 kembali meresmikan kantor perwakilannya di Jl. Brigjen Dharsono Rt.013 Rw.05, Kel. Cariu, Kec. Cariu Kab. Bogor, Jawa Barat.

Tampak hadir dalam acara selamatan peresmian, Kepala Desa Cariu Ahmad Suryadi, S.I.P, Bhabinkamtibmas Aiptu Eko.S, para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda setempat.

Acara dimulai pukul 13.30 WIB ini berlangsung khidmat, diawali dengan menyanyikan anthem Indonesia Raya 3 stanza, pembacaan kalam Illahi dan sambutan- sambutan.

Hari ini Ahad 20-02-2022 adalah tanggal yang cukup unik kita mengadakan silaturahim dalam rangka selamatan peresmian Rumah Yatim.

otomatis kedepan akan menjadi kantor perwakilan dan pusat kegiatan kami di Kabupaten Bogor,” Adhie Pamungkas selalu ketum yayasan mengawali sambutannya.

Yayasan Rindang yang berdiri sejak tahun 2010 ini berpusat di Pondok Gede kota Bekasi, dengan program utama yakni di bidang sosial pendidikan, lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat, di dalamnya termasuk yatim dhuafa.

Rindang Indonesia telah membina sekira 1.019 yatim dan dhuafa yang tersebar di beberapa daerah diantaranya, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Bekasi, Lebak, Karawang, Subang, Indramayu hingga Kabupaten Kuningan.

“Kami dan para sahabat sedang belajar mengamalkan sedikit ilmu untuk beramal sholeh, ibarat petani kita siapkan sawah yang luas supaya panennya juga banyak, karena namanya saja Rindang Indonesia, ini menjadi do’a sekaligus jadi tantangan,” ujar Adhie.

“Dimulai dari Jawa Barat semoga kedepan bisa ke daerah daerah lain di Indonesia,
kita punya niat membangun 1.000 istana untuk Indonesia, yaitu istana yatim.

Kenapa disebut istana? supaya anak-anak sudah memiliki mindset dan mental pemimpin sejak dini,” tandas alumni taplai kbs lemhannas RI angkatan 1/2022 ini.

“Kami memohon ijin khususnya kepada Pak Lurah untuk bersinergi sama-sama membangun bangsa walaupun skupnya di Cariu, kita ngajinya belum jauh baru sampai Al Ma’uun,

Bagaimana kita bisa mendidik anak –anak yatim dhuafa, semoga kita bisa sedikit membantu meringankan beban supaya kita menjadi manusia yang bermanfaat buat orang banyak,” harapnya.

Dalam momentum tersebut Adhie juga menyampaikan amanah dari Lemhannas RI bahwa 4 konsensus dasar bangsa yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Bukan hanya sebatas teori tapi juga harus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, in syaa Allah salah satu implementasinya yang sedang kita lakukan hari ini yaitu nilai nilai toleransi, gotong-royong dan kemandirian.

Semangat kolaborasi sangat dibutuhkan untuk menghubungkan si kaya dan si miskin sehingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat diwujudkan.

Rumah Yatim ini diberikan nama Al Mochtar karena wakif utamanya adalah keluarga H. Mochtar, yang hari ini perwakilan keluarganya berhalangan hadir.

Lurah Cariu Ahmad Suryadi dalam sambutannya mengajak untuk sama-sama bersyukur atas nikmat yang ada, mengajak yang kaya untuk bersyukur dengan memberikan bantuan kepada yang miskin.

“Orang yang menghardik anak yatim dan orang miskin adalah yang mendustakan agama, Yayasan rindang Indonesia sudah berbuat untuk anak yatim, kami menerima seratus persen kehadiran kantor perwakilannya di wilayah kami,” tandasnya.

Ustadz Suparman sebagai Dewan Pembina yayasan menyampaikan bagaimana kita mampu mengaplikasikan do’a untuk bangsa Indonesia yang ada di dalam lagu Indonesia raya 3 stanza.

“Indonesia adalah Negara karunia Allah yang tidak dimiliki oleh negara lain, sebagai negara kepulauan dan maritim mari kita perkuat persatuan Indonesia. Maka tadi kita kenalkan lagu Indonesia Raya 3 stanza , ini adalah pemersatu bangsa,” urainya.

“Dalam stanza kedua dikatakan Indonesia adalah tanah yang mulia tanah kita yang kaya, makanya tidak ada yang boleh memecah-Indonesia.

Indonesia tanah pusaka ini pusaka kita semua, harus kita jaga bersama. Maka diperlukan kesadaran kita bersama untuk menjaga dan mengelola Indonesia,” tandasnya.

Setelah acara do’a yang dipimpin oleh Ustad Kosasih selanjutnya dilaksanakan acara peresmian, diawali dengan pemotongan tumpeng oleh ketua umum dan diserahkan kepada Dewan Pembina, juga kepada Lurah Cariu.

Didampingi Pembina, pengurus dan tokoh masyarakat, Lurah Cariu Ahmad Suryadi menggunting pita sebagai tanda bahwa rumah yatim al Mochtar Rindang Indonesia resmi beroperasi.

Yayasan Rindang Indonesia juga membagikan santunan sembako, uang tunai kepada sekira 50 yatim dan membagikan bingkisan sembako dan uang tunai langsung ke rumah para dhuafa.

Masyarakat dan aparat setempat memberi apresiasi dan sangat bersyukur, yayasan dapat hadir di tengah masyarakat Cariu.

“Alhamdulillah ini membawa keberkahan khususnya untuk anak-anak yatim dan dhuafa,’’ ujar warga

Acara diakhiri dengan ramah tamah dan makan bersama seluruh tamu undangan serta anak anak yatim yang hadir di rumah yatim Al Mochtar Cariu.

Semoga kegiatan dan kesalehan sosial ini terus menular kepada seluruh elemen masyarakat menuju Indonesia emas di tahun 2045. @Sastra

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Bangun Sinergitas, Kapolda Jatim Audiensi Bersama Wakil Ketua BPK RI di Mapolda Jatim
Next post Pangkoopsud I Lantik Komandan Lanud Soewondo
Close