BPI91.COM, MADIUN – Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotul Mubtadi’in Kecamatan/Kabupaten Madiun, KH. Nur Cholis mengajak seluruh lapisan masyarakat Madiun untuk tidak mudah terpancing atau terprovokasi dengan adanya berita-berita yang kurang tepat.
Gus Lik, sapaan akrabnya, juga mengimbau agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Serta tidak memberikan peluang kepada pihak manapun untuk memberikan celah memfitnah Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
“Jangan beri celah pihak manapun untuk memfitnah Kepolisian Republik Indonesia (Polri),” tegas Gus Lik, Kamis (25/8/2022).
Menurut Gus Lik, apa yang terjadi di Jakarta janganlah dikait-kaitkan atau ditarik ke Madiun. Pun, masyarakat diminta untuk tidak ikut komentar kalau memang tidak tahu dan tidak mengerti.
“Yang terjadi jauh di sana, jangan dikait-kaitkan atau ditarik-tarik ke Madiun. Masyarakat tidak usah komentar kalau memang nggak tahu, kalau memang nggak ngerti, kita di sini masih banyak masalah yang harus kita selesaikan,” ujarnya.
Ketua Dai Kamtibmas Polres Madiun ini menambahkan, saat ini masyarakat sedang menghadapi banyak permasalahan. Mulai dari PMK, padi yang gagal tumbuh, merebaknya hama tikus, ancaman cacar monyet dan lain sebagainya.
“Masyarakat jangan terpengaruh dengan informasi-informasi yang berpotensi mengganggu kondusifitas Kamtibmas di Madiun. Sekarang yang kita pikirkan bagaimana masyarakat kondusif. Kita kan tahu bagaimana Madiun sedang banyak masalah, mulai gangguan PMK, hari ini banyak padi tidak bisa tumbuh, tikus, banyak hama, kalau ini ada sesuatu yang jauh di sana terus ditarik-tarik ke sini terus masyarakat ikut larut, itu akan menambah permasalahan lagi,” bebernya.
Jadi, lanjut Gus Lik, lebih baik sekarang semua pihak harus berfikir bagaimana masalah ketahanan pangan yang sedang menghadapi serangan hama bisa dipecahkan oleh seluruh elemen. Karena kalau tidak, lumbung padi di Madiun akan mengalami goncangan jika dalam beberapa bulan mendatang kalau kondisinya masih seperti ini.
“Walaupun ada gelombang masalah apa saja, biarkan yang berkepentingan dan berkompeten yang menangani. Masyarakat kita ajak untuk fokus ketahanan pangan. Jangan sampai masyarakat lapar. Kalau sudah lapar, wah berat itu masalahnya,” pungkasnya. (**)
More Stories
Pecah Ego Sektoral, Menkum Supratman & LAN Luncurkan Forum Komunikasi Kebijakan untuk Lahirkan Aturan Berbasis Bukti
BERITA POLRI INDEPENDEN – JAKARTA. Badan Strategi Kebijakan Hukum (BSK Hukum) Kementerian Hukum bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) resmi menginisiasi Forum...
Jalin Silaturahmi Tim Kemenkum DKI dan Organisasi Advokat PADIRaya Dorong Posbakum Kelurahan Aktif di Kalibaru Cilincing Jakarta Utara
BERITA POLRI INDEPENDEN - JAKARTA UTARA, Berdasarkan Surat Pemberitahuan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Khusus Jakarta Nomor W.10-HN.04.03-736, Tim Penyuluh...
BERITA POLRI INVESTIGASI KOMITMEN KONTROL SOSIAL YANG PROFESIONAL DAN BERIMBANG
BERITA POLRI INDEPENDEN - Jakarta, Memperingati hari jadinya, seluruh keluarga besar media Berita Polri Investigasi menyampaikan pernyataan resmi terkait komitmen...
UCAPAN SELAMAT DAN APRESIASI
BERITA POLRI INDEPENDEN. BANDUNG — Selamat dan sukses kepada seluruh Advokat, Perkumpulan Advokat Demokrasi Indonesia Raya (PADIRAYA) yang telah resmi disumpah...
Peringati Hari Lahir Pancasila, Dua Organisasi Media Sepakat Kolaborasi Wujudkan Transformasi Pendidikan
BERITA POLRI INDEPENDEN. INDRAMAYU – Memaknai momentum Hari Lahir Pancasila, dua organisasi media besar nasional, Tokoh Indonesia dan Forum AsMEN,...
DIKLAT PARALEGAL MABES TNI RESMI DIBUKA, PERKUAT SINERGI HUKUM DAN PENDAMPINGAN MASYARAKAT
BERITA POLRI INDEPENDEN. Jakarta, 18 Mei 2026 — Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paralegal Mabes TNI resmi diselenggarakan oleh Badan Pembinaan...

