BPI91.COM, JAKARTA – Ketua Indonesian Civilian Police Watch meminta tegas terkait pembenahan yang terdapat di dalam tubu Polri dalam membasmi mafia tanah.
Terkait kasus mafia tanah adanya dugaan rekayasa dan kriminalisasi terhadap warga medan yang bernama Amrik, yang dilakukan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Sumatera Utara.
Berkaitan dengan laporan Polisi yang dibuat oleh saudara Bijaksana Ginting dengan laporan Polisi No. LP/B/697/IV/2021/SPKT/POLDA SUMUT, laporan tersebut tanpa mengacu dan melihat pada bukti serta fakta yang disampaikannya dalam proses penyidikan dan penyelidikan, dirinya langsung ditetapkan sebagai tersangka atas dasar pengelapan dan penipuan, dimana hasil putusan tersebut tertuang dalam surat putusan No.SP.Status/265/XI/2022/Ditreskrimum.
Ketua Indonesian Civilian Police Watch Bambang Suranto menjelaskan terkait kasus tersebut meminta kapolri menindak tegas untuk dapat menyelidiki dugaan anggota yang bermain dalam proses penyelidikan.
“apa yang dilakukan oleh para penyidik di Polda Sumatera Utara tidak professional dalam melakukan tugasnya dalam mengungkap kasus tersebut dan ini tidak sejalan dengan visi serta misi dari program yang diinginkan oleh Kapolri yaitu menciptakan Polri yang Presisi ( Prediktif, Responsibilitas, Transparasi dan Berkeadilan),” tegas Bambang.
Bambang menjelaskan apabila Kapolri ingin melalukan pembenahan dalam proses memberantas Mafia Tanah harus secara tegas sesuai peraturan yang berlaku.
“Kapolri harus mengacu dengan UU Nomor 2 Tahun 2002 pasal 13 (Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Menegakkan hukum. Memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat).
Lanjut Bambang menjelaskan terkait statement Kapolri: Kalau Tak Mampu Bersihkan Ekor, Kepala Saya Potong”.
“Kalo memang benar buktikan jangan hanya pencitraan saja kepada Masyarakat bahwa kapolri mampu membersihkan internal dari bermain dengan para mafia tanah,” ucapnya tegas.
Bambang menambahkan akan melihat sejauh mana ketegasan Kapolri dalam menindak kasus mafia tanah di Sumatra Utara.
Lebih lanjut ICPW menilai Kapolri pernah mengatakan di beberapa media “Karena masalah mafia tanah menjadi perhatian khusus Bapak Presiden, dan saya diperintahkan Bapak Presiden untuk usut tuntas masalah mafia tanah,”
“Berani atau tidak?kita lihat saja pembuktian Kapolri dalam omongan untuk memberantas Mafia Tanah yang berada di internal Polrinya sendiri,” Pungkasnya. (tk/*)
Next post
Hadiri Pengajian Bulanan di Masjid Jami Al Ihrom, Kapolsek Kalideres : Mari Jaga Kamtibmas
More Stories
PEMIMPIN UMUM MEDIA POLRI BPI91.COM UCAPKAN SELAMAT KEPADA KOMJEN POL SUYUDI ARIO SETO SEBAGAI KAPOLRI BARU, DPR SETUJUI SECARA AKLAMASI
BERITA POLRI INDEPENDEN - JAKARTA, Kabar penting datang dari Senayan. Komisi III dan Rapat Paripurna DPR RI resmi menyetujui Komisaris...
Babinsa Koramil 04/Pulogadung Bersama Komduk Gelar Patroli/Siskamling, Jaga Kamtibmas di Wilayah
BPI91, COM, JAKARTA — Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Koramil 04/Pulogadung melaksanakan kegiatan Patroli/Siskamling Keliling bersama Unsur Komduk di...
Brimob dan Polwan Polda Metro Bagikan Roti untuk Massa Hari Tani
BPI91.COM, JAKARTA — Personel Satbrimob bersama Polwan Polda Metro Jaya membagikan roti dan minuman kepada peserta penyampaian aspirasi dalam peringatan...
Polda Metro Jaya Apresiasi Seluruh Peserta Aksi, Penyampaian Aspirasi Berakhir Tertib
BPI91.COM, JAKARTA — Polda Metro Jaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi di sejumlah titik Jakarta...
Di Tengah Pelayanan Penyampaian Pendapat, Satgas Gakkum Polda Metro Jaya Bagikan Roti dan Minuman
BPI91.COM, JAKARTA — Personel Satgas Gakkum Polda Metro Jaya membagikan roti dan minuman kepada peserta penyampaian pendapat di sekitar kawasan...
Dugaan Penyalahgunaan Barcode Pertanian untuk Pengumpulan Solar Subsidi Terungkap di Pemalang
BPI91.COM, PEMALANG — Dugaan penyalahgunaan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar mencuat di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Praktik...

