Read Time:3 Minute, 0 Second

BPI91.COMKabupaten Bekasi, Sore hari terlihat sedikit mendung menyelimuti Kampung Petecina Kelurahan Sukaraja Kecamatan Tambelang Bekasi Jawa Barat (7/10/2022), sementara gerimis disertai hembusan angin yang membuat suasana terasa sejuk. Kami awak media Berita Polri Independen 91 (BPI91.Com) menyambangi Generasi Millenial Mandiri Indonesia, suatu lembaga sosial yang bergerak dibidang Sosial dan Kemanusian Aktif menyoroti permasalahan Manula Prasejahtera atau dengan istilah lainnya “Lansia Duafa” yang mengalami kekurangan gizi atau asupan vitamin, dan membina Anak-anak YAtim Piatu yang mengalami Stunting.

Seorang Ibu pengurus cabang GMMI Kab Bekasi, Sri Mulyati yang juga menyandang amanah sebagai Ketua Cabang menggantikan Ketua terdahulu Ibu Surni yang mengundurkan diri, “hari ini kegiatan kita sedang memasak menu Gizi Untuk Lansia Dhuafa,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, “menu yang Kami siapkan disini mencoba merujuk kepada standar Gizi untuk Lansia dengan tujuan membantu pemerintah meningkatkan Kwantitas hidup dan Umur Lansia Dhuada binaan Kami disini, sehingga mampu mengikuti standar UHH (umur harapan hidup) yang ditargetkan pemerintah, Seandainya ada pelatihan tentang bagaimana menyajikan Gizi yang standar untuk Lansia tentu saya sangat senang” tandasnya

Sri Mulyani yang akrab disapa Bu Yaya ini menambahkan, “Dari pemaparan Dewan Pembina Kami Pak Ilyas,S.Pd.I mengatakan bahwa ketika seseorang mencapai umur 50 hingga 60 tahun, cenderung mengalami berbagai permasalahan kompleks bagi lansia dhuafa, yang meliputi aspekfisik, biologis, mental maupun sosial yang berpengaruh kepada ekonominya sehingga akan mempengaruhi asupan makannya yang akhirnya berimbas pada status gizi mereka, atas penyampaian itu Kami memperhatikan standar menu Kami Untuk Lansia Dhuafa.

Ilyas Pembina GMMI yang ikut menghadiri proses kerja tim GMMI Perwakilan Kabupaten Bekasi menanggapi penjelasan Sri Mulyani bahwa dari pengalaman di lapangan, Kami menemukan berbagai permasalahan pada Lansia Dhuafa binaan Kami, diantaranya mereka kekurangan Vitamin bahkan cenderung, mengalami keluhan penyakit Sendi, Hipertensi, Stroke, Penyakit Asma, Jantung, Diabetes, Tumor, bahkan ada yang mengalami gangguan pengelihatan, gangguan jiwa dan sakit berkepanjangan, dengan terjangkitnya penyakit pada Lansia dhuafa ini akan semakin meningkatkan beban ekonomi keluarganya.

Ilyas melanjutkan,”terkait anak-anak yatim dan dhuafa yang menyandang disabilitas mereka mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan masalah sensorik sehingga dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan atau kesulitan dalam berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga sekitar lainnya padahal mereka memiliki kesamaan hak,” ucap Ilyas

Saya sangat prihatin melihat perkembangan anak disini, biar bagaimanapun mereka adalah titipan Ilahi, generasi penerus bangsa yang juga punya hak yang sama dalam statusnya sebagai warga negara. Bila Kita perhatikan anak-anak yang mengalami stunting disini, mereka terlihat secata perlahan namun terjadi secara jelas mengalami penurunan tingkat respon, pemahaman atau kecerdasan, mengalami gangguan saat berbicara, dan kesulitan dalam menerima penjelasan dan atau pelajaran. kita lihat mereka mengalami sistem kekebalan tubuh yang sangat rendah, sehingga terlihat lebih mudah sakit, apalagi terhadap penyakit yang menyebabkan infeksi mereka sangat rentan sekali. Anak yang mengalami stunting juga sangat berisiko mengidap penyakit diabetes, hipertensi, dan obesitas ketika menginjak dewasa. Kata Ilyas.

Yayasan GMMI memiliki beberapa perencanaan kerja yang men jadi targetnya dalam melayani masyarakat kedepannya diantaranya adalah Program Pembangunan Gedung Central Kegiatan Yatim Piatu dan Dhuafa, Program Pengadaan Dapur Sehat utuk peningkatan pelayanan terhadap Lansia Dhuafa dan Anak-anak yang Kurang Gizi, Program Wakaf Melalui Uang Untuk Pengadaan Al-Qur’an bagi santri dan penghafal Al-Qur’an di pelosok, Pengadaan Sumber air Bersih dengan pembuatan sumur Bor di daerah yang membutuhkan, Perdana di Morowali utara Sulawesi Tengah guna memfasilitasi siswa siswi PAUD dan lingkungan PAUD di sekitarnya, ada Program Pengadaan Alat elektronik dan IT untuk fasilitas dakwah Onlain dan lainnya selengkapnya kita dapat mengakses platfom donasi resmi Yayasan GMMI di WEB aksigenerasi.org kegiatan dan laporan Yayasan GMMI dapat juga diakses melalui WEB officianya di gmmifoundation.org

[M. Nuriman]

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post 20 Polisi Diduga Langgar Etik, Polri Tegaskan Komitmen Usut Tuntas Peristiwa Kanjuruhan
Next post Hadiri Tradisi Keceran di Banten, Kapolri: Aset Bangsa yang Harus Dikembangkan dan Dikenal Seluruh Dunia
Close