Read Time:2 Minute, 28 Second

BPI91.COM | Jakarta | Bertempat di Museum Nasional Jakarta pads Minggu 5 Juni 2022, Paguyuban Jawa Tengah (PJT) menggelar Halal Bi Halal yang dihadiri oleh Pembina,Sesepuh dan Pengurus serta seluruh paguyuban dari Kabupaten dan Kota serta tamu undangan dengan tema

_Membangun Sinergitas dan Rasa Kebersamaan di atas Keberagaman Etnis dan Budaya Untuk Mewujudkan Indonesia yang Maju dan Bermartabat_

Acara yang dimulai dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Lantunan Ayat suci Al-qur’an di ikuti dengan sambutan – sambutan dan Tausyiah serta hiburan campursari menambah semarak acara yang di gelar PJT pada tahun ini dan tidak ketinggalan doorprize juga disediakan untuk para peserta semakin lengkap dan meriah gelaran HBH PJT.

Dalam laporannya Ketua Panitia Halal Bihalal PJT, Brigjen Pol (Purn) Markum melaporkan, bahwa inti kegiatan ini adalah mempererat tali persaudaraan atau silaturahim serta Membangun Sinergitas untuk kemajuan warga Jawa Tengah di Perantauan maupun yang di Jawa Tengah.

Keberagaman merupakan ciri utama bangsa Indonesia, sejak dahulu kala sejarah mencatat bahwa banyak penjajah yang mencoba memecah-belah NKRI, namun kita bersyukur bangsa ini tetap utuh, sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, ungkapnya.

Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah H. Drs. Leles Sudarmanto menegaskan, sebagaimana tema “Membangun Sinergitas dan Rasa Kebersamaan Etnis dan Budaya untuk mewujudkan Indonesia maju dan bermartabat”.

Halal bihalal paguyaban Jawa Tengah ini yang rencana digelar di DPR tapi karena situasi tidak memungkinkan maka digelar di Museum Nasional dan warga Jawa Tengah hampir 9 juta di Jabodetabek, maka kita akan gelar sosialisasi halal bihalal untuk terus kita lakukan.

Halal Bihalal merupakan upaya menjalin hubungan yang baik antar sesama manusia, Silaturahmi yang sudah terbangun dengam baik, Jangan sampai kita terperosok ke dalam perpecahan.

Leles Sudarmanto juga melihat, saat ini telah mencul ancaman dari kelompok anti Pancasila, anti Kebhinekaan, untuk itu Kita harus melakukan sosialisasi dan berusaha untuk membawa orang Jawa Tengah agar bisa mengawal NKRI dari ancaman radikalisme, terorisme dan Narkoba.

Kita harus kompak mengawal NKRI melalui budaya untuk menghantar kebudayaan asing. jadi budaya Jawa Tengah tidak boleh dilecehkan, kita harus mengenal dengan cara-cara seperti ini. itu pentingnya kita mengumpulkan komunitas Jawa Tengah dimanapun berada, khususnya di Jabodetabek, paparnya.

Dewan Pembina PJT,Jenderal TNI (Purn) Wiranto mengaku sangat mengapresiasi seluruh Pengurus Paguyuban Jawa Tengah yang sukses memajukan warga Jateng di perantauan maupun di Jawa tengah, kerja keras telah membantu pemerintah khususnya saat bangsa ini menghadapi Pandemi Covid 19.

Kita bersyukur bangsa ini sudah mampu melewati ancaman Pandemi Covid 19, untuk itu mari terus membangun identitas dan kebersamaan.

Situasi negeri ini juga akan menghadapi Pemilu 2024 secara serentak ini juga bisa menimbulkan perpecahan atau kerawanan sosial untuk itu marilah kita tetap Guyub Gayeng Saklawase dan terus menjaga sinergitas serta kebhinekaan dalam semua lapisan kehidupan.Terangnya

Ganjar Pranowo dalam sambutannya secara Online juga mengaku sangat terbantu dengan peran Paguyuban Jawa Tengah (PJT) yang telah mendukung pembangunan masyarakat Jawa Tengah. dan dengan adanya masalah-masalah seperti naiknya kebutuhan pokok maka bangsa ini butuh bergandengan tangan semua instansi agar bangsa ini tetap eksis. Marilah tetap guyub, membantu yang lemah,Ujar Ganjar.(maman)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Pupuk Keakraban, Kapolsek Kalideres Beserta Jajaran Polsek Kalideres Safari Subuh Keliling di Musholla Nurul Anam
Next post Patroli KRYD Polres Bogor Sampaikan Himbauan Kamtibmas dan Ingatkan Tentang Prokes
Close