Read Time:1 Minute, 35 Second
I Ketut kepala sekolah SMK Nasional foto by Sutarno
I Ketut kepala sekolah SMK Nasional Tabanan.

TABANAN BALI, BPI91.COM – Di tengah lesunya minat terhadap sekolah kejuruan, SMK Nasional Tabanan tetap berdiri kokoh meski dengan jumlah siswa yang semakin sedikit. Sekolah yang berdiri sejak 1975 ini kini hanya memiliki belasan siswa, namun kepala sekolah, I Ketut Susila, tetap berdedikasi untuk mempertahankan pendidikan di sekolah tersebut.

I Ketut  Saat dikonfimasi media dari Jakarta,  Menyampaikan Sejarah Singkat SMK di Tabanan, SMK Negeri 1 Tabanan, salah satu sekolah negeri di Tabanan, memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada 1962 sebagai SMEA Negeri Tabanan. Sekolah ini telah mengalami beberapa perubahan nama dan perkembangan program studi.¹

Tantangan yang Dihadapi SMK Nasional Tabanan , I Ketut Susila mengungkapkan bahwa sekolahnya pernah menjadi kebanggaan masyarakat Tabanan, namun kini terancam oleh kepungan zaman. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain:

Kurangnya Perhatian Pemerintah*: Perhatian pemerintah terhadap institusi swasta kecil seperti SMK Nasional semakin berkurang.

Kebijakan Sekolah Negeri: Kebijakan sekolah negeri yang menambah jumlah siswa meskipun melanggar aturan, serta adanya ‘surat sakti’ dari dinas pendidikan provinsi Bali yang menarik siswa-siswa yang sudah mendaftar ke sekolah negeri.

Masalah Biaya: Banyak siswa yang tidak mampu membayar SPP, bahkan ada yang ijazahnya tertahan karena tunggakan.

I Ketut Susila tetap berjuang untuk mempertahankan sekolahnya. Ia melakukan berbagai upaya, seperti:

Ia mengenal siswa-siswanya satu per satu, bukan hanya sebagai pelajar, tetapi juga sebagai anak-anak yang menjadi titipan harapan.

Ia datang pagi-pagi untuk membersihkan ruangan, memeriksa kelas, dan menyapa siswa-siswa.

Ia berharap ada bantuan dari pemerintah untuk biaya pencetakan ijazah siswa, agar mereka bisa melamar pekerjaan atau meneruskan pendidikan.

I Ketut Susila memiliki harapan besar agar sekolahnya dapat terus berdiri dan memberikan kesempatan bagi siswa-siswanya untuk maju.

Ia yakin bahwa pendidikan adalah sumber terang yang dapat memberikan sinar bagi masa depan [Tidak ada sumber untuk bagian ini, karena berdasarkan cerita yang diberikan.

Wartawan by : Sutarno dan Tim

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Ucapan Terimakasih camat Singkep selatan kepada Danramil 04 / Dabo
Next post dr. Mahayasa, Menanam Generasi Emas dari Kandungan, Menyelamatkan Dari Bangsa  Rumah Tangga
Close