BALI, BPI91.COM — Direktorat Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA & PPO) Bareskrim Polri bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menggelar kegiatan koordinasi strategis di UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Bali, Selasa (27/5).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri PPPA, Dir PPA & PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, serta sejumlah pejabat daerah dan aparat penegak hukum di wilayah Bali.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Bali menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran pusat di UPTD Bali. “Hari ini kami menghadirkan seluruh kepala dinas kabupaten di Bali sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah menekankan pentingnya memperluas layanan perlindungan dan penindakan hukum secara terpadu di daerah prioritas, terutama wilayah strategis seperti Bali.
“Bali bukan hanya destinasi wisata unggulan, tetapi juga merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Pulau ini menjadi titik temu masyarakat internasional dengan segala dinamika sosialnya.
Tantangan terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk eksploitasi seksual dan perdagangan orang, menjadi isu serius yang harus kita tangani bersama,” ujar Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah.
Beliau juga menegaskan bahwa kehadiran Polri, khususnya Direktorat PPA & PPO, tidak sekadar melakukan penindakan, tetapi membangun sistem pelindungan yang berkelanjutan dan responsif terhadap situasi daerah.
Kasubdit I PPA PPO Bareskrim Polri turut menyampaikan bahwa kerja sama lintas sektor mutlak diperlukan. “Kami berharap tidak lagi bekerja secara individual. Kami siap melakukan asistensi atau backup jika wilayah membutuhkan. Ke depan, akan disusun alur bisnis proses dari hulu ke hilir secara jelas, siapa berbuat apa,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri PPPA menekankan pentingnya integrasi sistem pelaporan dan layanan yang terpadu.
“Kami akan mengintegrasikan sistem pelayanan terhadap kekerasan perempuan, anak, dan kelompok rentan lainnya dengan unit PPA di Polda. Saya ingin ada penyelesaian yang tepat dan terpadu,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret penguatan sinergi antara pemerintah pusat, kepolisian, dan pemerintah daerah untuk membangun sistem pelindungan perempuan dan anak yang lebih efektif dan berkeadilan di Bali.( Str )
More Stories
Pecah Ego Sektoral, Menkum Supratman & LAN Luncurkan Forum Komunikasi Kebijakan untuk Lahirkan Aturan Berbasis Bukti
BERITA POLRI INDEPENDEN – JAKARTA. Badan Strategi Kebijakan Hukum (BSK Hukum) Kementerian Hukum bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) resmi menginisiasi Forum...
Jalin Silaturahmi Tim Kemenkum DKI dan Organisasi Advokat PADIRaya Dorong Posbakum Kelurahan Aktif di Kalibaru Cilincing Jakarta Utara
BERITA POLRI INDEPENDEN - JAKARTA UTARA, Berdasarkan Surat Pemberitahuan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Khusus Jakarta Nomor W.10-HN.04.03-736, Tim Penyuluh...
BERITA POLRI INVESTIGASI KOMITMEN KONTROL SOSIAL YANG PROFESIONAL DAN BERIMBANG
BERITA POLRI INDEPENDEN - Jakarta, Memperingati hari jadinya, seluruh keluarga besar media Berita Polri Investigasi menyampaikan pernyataan resmi terkait komitmen...
UCAPAN SELAMAT DAN APRESIASI
BERITA POLRI INDEPENDEN. BANDUNG — Selamat dan sukses kepada seluruh Advokat, Perkumpulan Advokat Demokrasi Indonesia Raya (PADIRAYA) yang telah resmi disumpah...
Peringati Hari Lahir Pancasila, Dua Organisasi Media Sepakat Kolaborasi Wujudkan Transformasi Pendidikan
BERITA POLRI INDEPENDEN. INDRAMAYU – Memaknai momentum Hari Lahir Pancasila, dua organisasi media besar nasional, Tokoh Indonesia dan Forum AsMEN,...
DIKLAT PARALEGAL MABES TNI RESMI DIBUKA, PERKUAT SINERGI HUKUM DAN PENDAMPINGAN MASYARAKAT
BERITA POLRI INDEPENDEN. Jakarta, 18 Mei 2026 — Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paralegal Mabes TNI resmi diselenggarakan oleh Badan Pembinaan...

