YOGYAKARTA ,BPI91.COM – “Pada 2007 saya diajak oleh ayah saya ikut memperjuangkan lahirnya undang- undang keistimewaan Yogya. Dari situlah saya aktif menulis tentang Yogya,” Ujar Dr Haryadi Baskoro mengawali perbincangannya dengan Tim Asistensi Media Nasional (AsMEN) di Galery Seni Budaya miliknya, Rumah Keistimewaan (Omah Keistimewaan) di Kawasan RT 09 RW 21 Baciro Kota Yogya, pada Kamis 19 Desember 2024.
Selain sebagai penulis, suami dari penyanyi Livy Laurens MACE, MA ini juga pernah menjadi tenaga ahli Dinas Kominfo, tim pembangunan di Bappeda dan lainnya.
Menurut dia, status keistimewaan Yogya bukan hanya ketika bergabung dengan Republik Indonesia melainkan jauh sebelumnya saat pendudukan Jepang dan Belanda.
“Di masa penjajahan Jepang dan Belanda, Yogya sesuai berstatus daerah istimewa atau special the bit karena kerajaan sifatnya yang mana sebetulnya kedaulatannya diakui sebagai negara merdeka sendiri,” terang Haryadi.
Kalau merunut sejarah, kata Haryadi Yogya sebenarnya bisa saja menjadi negara sendiri dengan syarat yang memungkinkan untuk itu, tetapi Sultan Hamengkubuwono IX justru memilih bergabung dengan NKRI.
“Begitu Republik Indonesia diproklamasikan, Raja Yogya Hamengkubuwono IX kemudian mengontak Bung Karno dan menyatakan bergabung dengan RI,” tuturnya.
Atas jasanya, Hamengkubuwono mendapatkan penghargaan yakni piagam pendudukan sebagai apresiasi.
Bukan haknya statusnya yang istimewa, kata Dr Haryadi, Keistimewaan Yogya juga bisa dilihat dari peran kota ini pada tahun 1946 sampai 1949 dalam mempertahankan ibu kota negara RI dari agresi militer Belanda.
“Antara tahun 46 hingga 49 Yogya kontribusinya sangat besar bukan hanya ibu kota RI tetapi juga menegakkan kedaulatan RI yang dikenal di Yogya sebagai proklamasi kedua,”katanya.
Kenapa status keistimewaan ini perlu dipertahankan, menurut dia karena menjadi monumen penanda mengenai sejarah negara dan bangsa Indonesia serta komitmen kenegarawanan.
“Yogya adalah laboratorium hidup bagi Bangsa Indonesia yang nyata dan masih ada,” jelasnya.
Seluruh alasan tentang mengapa perlu mempertahankan keistimewaan Yogya terangkum dalam bukunya yang baru diluncurkan berjudul ‘Kuliah Keistimewaan Yogya’
Sebagai informasi, Dr Haryadi adalah anak dari R Sudomo Sunaryo, seorang penulis pidato Gubernur DIY selama 30 tahun.
Seluruh aktivitas untuk meramu, mendiskusikan meramu dan mensosialisasikan gerakan Keistimewaan Yogya dipusatkan di Rumah Keistimewaan yang terletak tidak jauh dari Stadion Mandala Krida tepatnya di kawasan RT 09 RW 21 Baciro, Gondokusuman, Kota Yogya.@Sutarno
More Stories
DIKLAT PARALEGAL MABES TNI RESMI DIBUKA, PERKUAT SINERGI HUKUM DAN PENDAMPINGAN MASYARAKAT
BERITA POLRI INDEPENDEN. Jakarta, 18 Mei 2026 — Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paralegal Mabes TNI resmi diselenggarakan oleh Badan Pembinaan...
Diklat Paralegal Batch III LBH HIR Kembali Digelar di FH Universitas Trisakti
BERITA POLRI INDEPENDEN. Jakarta, 5 Mei 2026 – Lembaga Bantuan Hukum HADE Indonesia Raya (LBH HIR) kembali menyelenggarakan Pendidikan dan...
HARDIKNAS 2026 Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
BPI91.COM, Jakarta - Majelis wali amanat kampus Sekolah Tinggi Ilmu Jurnalis Nakula Sadewa (STIJNAS) DR HC. Sastra Suganda dalam momen...
HARDIKNAS 2026 Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
BERITA POLRI INDEPENDEN. Jakarta. Majelis wali amanat kampus STIJNAS DR HC. Sastra Suganda dalam momen tum ulang tahun STIJNAS yang...
DPP HIR Bersinergi dengan Babinkum Mabes TNI Gelar Pendidikan Paralegal
BPI91.COM, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat HADE Indonesia Raya (DPP HIR) resmi menjalin sinergi dengan Badan Pembinaan Hukum Markas Besar...
Ikatan Alumni UT Gelar Rakernas 2026 di Bogor, Moeldoko: Alumni UT adalah Agen Perubahan
BPI91.COM, BOGOR, 9 April 2026 – Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar...


