www.bpi91.com, Brebes – Bawang merah merupakam salah satu kebutuhan pokok dalam masyarakat yang merupakan bahan utama dalam setiap bumbu masakan. Kebutuhan bawang merah di Indonesia sendiri sangat tinggi,hal ini disebabkan kultur dan budaya Indonesia tidak lepas dari ciri khas dari masing-masing daerah.
Daerah penghasil bawang merah terbesar di Indonesia terdapat di wilayah Brebes, Jawa Tengah. Daerah ini menjadi sentra produksi bawang merah termasuk produk turunannya yaitu bawang goreng dan bumbu masakan yang berbahan dasar bawang merah.
Adalah Yusri, salah seorang petani bawang merah dan juga sebagai agen grosir bawang merah di Kota Cimahi yang telah menggeluti pertaniannya selama puluhan tahun yang juga merupakan pertanian turun temurun. Produk bawang merah ini bukan hanya dipasarkan di wilayah Brebes saja, namun juga dipasok ke berbagai wilayah di pulau Jawa.
Produksi bawang merah Brebes memang memiliki keunggulan tersendiri,walaupun di berbagai daerah ada banyak petani juga memproduksi atau bertani bawang merah, namun dari segi kwalitas bawang merah Brebes mempunyai nilai tersendiri.
“Bawang merah Brebes jika dijadikan bawang goreng kering tidak menyimpan minyak sehingga jika dikomsumsi lebih gurih, bawang merah Brebes juga jika dibandingkan dengan bawang daerah lain lebih besar dan mempunyai warna lebih merah, “ ujar Yusri.
Contohnya ketika kita turun kelapangan langsung berbincang dengan para petani yang ada di desa Limbangan Kecamatan Kertana Kab.Brebes, para petani mengatakan memang saat ini permintaan bawang merah dari berbagai daerah ke kota Brebes meningkat tentunya itu sesuai kebutuhan di masing-masing daerah tersebut. Bahkan mereka sudah mengirim bawang merah tersebut sampai ke Sumatra, Kalimantan Sulawesi bahkan sampai ke Papua.
Yusri merupakan satu dari sekian banyak petani bawang merah asal Brebes yang juga sebagai pemasar produk pertanian tersebut. Dirinya cukup merasakan pahit manisnya menggeluti bidang pertanian dan usaha bawang merah ini.
“Itu yang menjadikan kita para patani bawang merah menjadi lebih bersemangat, walaupun memang untuk harga selalu naik turun. Kebetulan saya juga memiliki agen grosir bawang merah di Cimahi ini, disamping juga sebagai petani di Brebes, “ ungkapnya.
“Kami juga mengharapkan turun tangan pemerintah dalam menstabilkan harga sehingga kami para petani tidak rugi, karena bercocok tanam bawang merah memerlukan biaya yang sangat tinggi dalam penyiapan maupun pemeliharaannya, “ pungkasnya. ()
More Stories
Kolaborasi Himpunan Mahasiswa Ahmadiyah dan MUDA, Diskusi Buku 100 Tahun Ahmadiyah Rajut Solidaritas dan Nalar Kritis
BPI91 -Tangerang Selatan - Semangat merajut solidaritas dan memperkuat nalar kritis anak muda mewarnai diskusi dan bedah buku “Muslim Ahmadiyah...
Menko Pangan Bersama Wali dan Wakil Wali Kota Bekasi Tinjau pelaksanaan program MBG di Kota Bekasi dan Cek Lokasi Pengelolaan Sampah Bantargebang
BPI91, Bekasi - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Kota Bekasi untuk meninjau langsung pelaksanaan program...
HUT ke-80 Intelijen Polri, Nuriman Harap Semakin Profesional dan Presisi
BPI91, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Intelijen Polri ke-80 yang jatuh pada 2 Januari 2026, Nuriman, Pendiri sekaligus...
Kajati Kepri dan Gubernur Kepri Teken MoU Pidana Kerja Sosial Berdasarkan KUHP Nasional
TANJUNGPINANG -- KEPRI -- BPI91.COM -- , Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau resmi menandatangani Nota Kesepahaman...
Ketum BPI KPN PA RI Desak Presiden Prabowo Sikap Tegas: Tutup Tambang Liar di Lingga dan Bangka Belitung
LINGGA -- KEPRI -- BPI91.COM ,-- - Ketua Umum BPI KPN PA RI, Rahmad Sukendar, menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk...
Masyarakat Mintak pemerintah daerah baik pusat Untuk perhatikan bangun jembatan penghubung
LINGGA -- KEPRI -- BPI91.COM -- Menindak Lanjuti arahan Presiden yang di sampaikan oleh Mendagri dalam rapat Koordinasi menangani keterbatasan...

