BPI91.COM Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Fadhil Imran Dalam Keterangan Persnya di Polda Metro jaya, Didampingi Pangdam Jaya, menyatakan bahwa telah terjadi Insiden Penaniayaan, Terhadap Tokoh Aktivis Penggiat anti Radikalisme & Intoleran, Bung Ade Armado, serta terjadinya Penyerangan Thd Enam Petugas Kepolisian di Depan Gedung DPR RI Senayan jakarta Selatan , hari Senin 11 Mei 2022 pada saat terjadinya Unjuk Rasa BEM SI yg mengakibatkan para korban mengalami Luka Berat sehingga harus Dirawat Di Rumah sakit, yang mana pada saat itu para Pengunjuk rasa menuntut Diturunkanya Jokowi sbg Presiden RI, akibat Isue Sepihak Perpanjangan jabatan 3 Periode yang senantiasa di sengaja digoreng oleh kelompok Oposisi yg anti Pemerintah,
Anton Charliyan Mantan Kadiv Humas Polri yg juga saat ini merupakan salah satu Tokoh Jabar Penggiat Anti Radikalisme & Intoleran juga, turut Berbicara Menyatakan rasa Keprihatinan yg sangat Dalam, dan sangat menyesalkan atas terjadinya Insiden tsb.
Menurutnya dg kejadian tsb membuktikan bahwa aksi tsb Sudah tidak lagi sebagai Suara Murni Gerakan Aksi Para Mahasiswa, tetapi jelas2 dg kasat mata sudah ditunggangi oleh Para Penumpang Gelap yg memang sudah ngebet ingin segera berkuasa dg cara Inkontitusional, dengan menghalalkan Segala cara, salah satunya mencoba memancing di Air keruh dg membuat Kerusuhan pada saat Aksi Demo tsb, dimana pola ini merupakan pola Klasic yg dikenal dengan ” Martir ” yakni para Pengunjuk rasa mencoba membuat kerusuhan menyerang Petugas yang diharapkan oleh mereka, para petugas tersebut Terpancing Emosinya dan Balik Menyerang Mereka, Sehingga Mereka terluka bahkan akan sangat bagus bila sampai Meninggal Dunia, sehingga akan menempatkan diri mereka sebagai Korban Atau Playing Victim dalam Aksi tersebut, maka debgan demikian ada alasan utk membuat kerusuhan yg lebih besar sampai terjadinya Cheos , sebuah teknik Kotor & Licik untuk bisa menjatuhkan Pemerintah , Namun alhamdulillah sudah Terbaca dari jauh2 sebelumnya hari oleh para Inteljen , sehingga hari ini mereka Gagal melakukan missinya lebih jauh. Sebuah Tactik kuno yg memang sangat efektif yg masih sering dilakukan oleh para Perusuh untuk menciptakan situasi Cheos di Berbagai Negara. Jadi apabila ada yg meninggal dalam sebuah aksi Demo, hal tersebut memang sengaja di setting untuk Mencari mati, bahkan bila perlu diekekusi oleh kelompoknya sendiri yg menyamar sbg Petugas yg tidak dikenal, sehingga Dengan demikian akan sangat mudah utk menyerang, menyalahkan, menyudutkan dan menjatuhkan pemerintah.
Kenapa hal ini kita sampaikn kpd publik walaupun kami yakin Masyarakatpun banyak sekali yg sudah faham akan hal ini, hanya sekedar untuk mengingatkan kembali dan mewaspadai cara2 busuk & licik mereka, jangan sampai salah satu kerabat keluarga kita ikut2an, malah nantinya yg jadi Korban ” Martir ” ketika ikut aksi demo.
Serta langsung ikut2an menyalahkan Pemerintah dengan serta merta. Padahal para Ambisius dan Politikus busuk, memang sengaja menjadikan para Pendemo sbg “Wadal” untuk bisa mencapai & menduduki kursi Kekuasaannya dg menghalalkan segala cara.
Namun sayangnya giliran para Petugas yg jadi Korban, bahkan banyak yang sampai meninggal dunia, siapa yg mau peduli dan menyuarakan Penderitaan mereka, padahal para petugas juga sama sebagai seorang manusia, yg punya anak istri dan kekuarga , yg saat itu hanya menjalankan Tugas saja, yg sama2 duduk sebagai korban Kekerasan.
Namun tidak pernah kita saksikan Komnas HAM turun menyuarakan Petugas sebagai Korban HAM, sekalipun petugas sampai meninggal dunia, lain hal nya jika para Demonstran yg jadi korban, Suaranya pasti sampai ke ujung Dunia. Lalu jika demikian untuk Siapakah HAM tsb sesungguhnya, apakah jika para petugas sebagai Korban tidak dianggap lagi sebagai Manusia.dan dihapus HAM nya karena berstatus sebagai Petugas Negara, karena mungkin rumusan HAM yg dianggap manusia hanya para Pengunjuk rasa, tidak termasuk Petugas Negara.
Maka dari itu dg Kejadian di Senayan , entah yg ke berapa ribu kali petugas menjadi korban, kiranya bisa di jadikan moment yang tepat untuk membuat Regulasi Tindakan keras dan Tegas terhadap siapapun yang menyerang Petugas Negara , baik TNI, POLRI Satpol PP dll sebagai perlindungan dan HAM bagi Petugas Negara di lapangan, Berlakukan hukum yang sekeras2nya seperti yg sudah dilakukan oleh Negara maju seperti Eropa dan Amerika, jika perlu hukuman seumur hidup bahkan hukuman mati bila mengakibatkan para petugas sebagai abdi Negara Gugur meninggal Dunia akibat ulah perbuatan mereka. sehingga dengan demikian masyarakatpun akan berpikir seribu kali untuk menyerang para abdi negara yang sedang bertugas, jangan sampai menunggu para abdi negara jadi korban berikutnya lagi apalagi menunggu sampai ada yang gugur meninggal dunia. Karena kami yakin Tactik Martir ini akan selalu di jadikan tactik Tervaporit dalan setiap kesempatan. Bila HAM para petugas tidak terlindungi dengan Pasti secara Hukum, akan banyak sekali abdi Negara menjadi korban aksi Balas dendam mereka tanpa ada hukuman yang keras dan tegas.
Sekali lagi saya sbg Pribadi dan rekan2 yang masih cinta NKRI, Turut Prihatin yang sedalam2 nya atas terjadinya Penyerangan thd Saudara seperjuangan kami Bung Ade Armando dan Para Abdi Negara terbaik yg luka2 pada saat menjalankan tugas dilapangan. Serta kami mohon pemerintah jngn hanya menghukum para penyerangnya tapi harus nampu mengusut Tuntas para acktor intelektual yg ada dibalik semua ini sampai keakar2nya, 1000% pasti ada Dalang dibalik aksi yang sangat terencana ini, yg sengaja menjual Nama Campus & Mahasiswa sebagai Covernya, karena jika dibiarkan berpotensi untuk terus merongrong dan membuat gaduh, dan kami yakin tidak akan berhenti sampai disini saja , akan terus berjilid2, sampai pemerintah jatuh. Disamping itu rasa salut kami sampaikan , Apresuasi yang setinggi2nya angkat 2 jari Jempol, kpd Semua petugas dilapangan baik TNI maupun POLRI dpp Kapolda Metro dan Pangdam jaya, atas kedisiplinanya dan sikap Kesabaranya yang tidak Terpancing Emosi oleh tactik busuk mereka. Demikian Anton yg juga mantan Kapolda Jabar & Sulsel mengakhiri Pembicaraanya kepada tim redaksi kami.
More Stories
DPP HIR Bersinergi dengan Babinkum Mabes TNI Gelar Pendidikan Paralegal
BPI91.COM, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat HADE Indonesia Raya (DPP HIR) resmi menjalin sinergi dengan Badan Pembinaan Hukum Markas Besar...
Ikatan Alumni UT Gelar Rakernas 2026 di Bogor, Moeldoko: Alumni UT adalah Agen Perubahan
BPI91.COM, BOGOR, 9 April 2026 – Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar...
Gubernur Lampung Rahmat Ajak Warga Perantauan Perkuat Persaudaraan dan Tingkatkan Potensi Daerah
BPI91.COM, Bandar Lampung - Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan (FK PLP) melakukan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H bersama Gubernur...
Kapolsek Selagai Lingga Aktif Turun ke Lapangan, Wujudkan Kamtibmas Kondusif di Lampung Tengah
BPI91.COM, Lampung Tengah – Kapolsek Selagai Lingga, Iptu Yudi Chandra SH, menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)...
STIJNAS Award 2026, H. Muhamad Hakki SH sebagai Tokoh Pemersatu Indonesia
BPI91.COM, Lampung Tengah - Dalam momentum Idul Fitri 2026, H. Muhamad Hakki SH, Tokoh Masyarakat Lampung Tengah, menerima Anugerah STIJNAS...
Wakil I Ketua Umum AsMEN Ajak Pimpinan Media Perkuat Integritas dan Solidaritas di Momentum Idul Fitri 1447 H
BPI91.COM, Jakarta – Wakil I Ketua Umum Forum Asistensi Media Nasional (AsMEN), Ilyas, S.Pd.I, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul...


