Read Time:2 Minute, 49 Second

SLEMAN, BPI91.COM — Dalam rangka memperkuat eksistensi organisasi dan meningkatkan kapasitas anggota di era disrupsi informasi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia Kabupaten Sleman menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Peran AI dalam Jurnalistik”.

Kegiatan ini menjadi upaya nyata literasi media dan adaptasi teknologi bagi anggota IWO Sleman. FGD dilaksanakan di Loman Park Hotel, Yogyakarta, pada Kamis (26/6/2025).

FGD ini menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif, di antaranya Sekretaris Jenderal DPD PUTRI DIY Agus Budi Rachman dan Dosen FISIPOL UGM Dr. Mufti Nurlatifah, M.A. Turut hadir membuka kegiatan, Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Pemerintahan dan Hukum, Anton Sujarwo, S.H., M.Si, yang mewakili Bupati Sleman.

Dalam sambutannya, Anton Sujarwo menyampaikan apresiasi atas inisiatif IWO Sleman dalam mengangkat isu terkini yang relevan dengan perkembangan teknologi informasi.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan FGD ini sebagai wujud nyata peran wartawan dalam menghadapi era digital yang semakin cepat dan kompleks. Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, harus disikapi dengan bijak dan diadaptasi dengan baik agar jurnalistik tetap menjadi pilar penting dalam pembangunan dan demokrasi,” ujar Anton Sujarwo.

SESI I: Literasi dan Adaptasi AI dalam Jurnalistik

Pada sesi pertama, Agus Budi Rachman menyoroti pentingnya membangun keterhubungan antar manusia sebagai esensi jurnalisme yang bermakna.

Menurutnya, komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan, tetapi membangun ekosistem sosial yang sehat.
“Kita sedang memasuki era transformasi energi dan kesadaran kolektif.

Jurnalisme tidak lagi hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga membangun hubungan antar manusia dalam ekosistem yang sehat,” paparnya.

Ia juga mengajak para peserta untuk merenungkan peran wartawan sebagai bagian integral dari sistem sosial yang terhubung dengan lingkungan dan spiritualitas.

Sementara itu, Dr. Mufti Nurlatifah, M.A menyoroti tantangan dan peluang kecerdasan buatan (AI) dalam dunia jurnalistik. Ia mencontohkan penggunaan aplikasi seperti Google Maps dan ChatGPT yang telah menjadi bagian dari praktik jurnalistik sehari-hari.

“Artificial Intelligence bukanlah ancaman, melainkan peluang besar bagi wartawan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi kerja. Kuncinya adalah adaptasi dan penggunaan yang bijak,” ungkapnya.

Dr. Mufti juga menekankan bahwa Dewan Pers telah mengakui keberadaan AI sebagai bagian dari ekosistem jurnalistik, sehingga wartawan perlu memahami dan memanfaatkan teknologi ini untuk menjaga relevansi di tengah arus informasi yang cepat.

SESI II: Penguatan Organisasi dan Kolaborasi Media

Sesi kedua diisi dengan sharing tentang tata kelola organisasi profesi wartawan online yang disampaikan oleh Ketua DPD IWO Indonesia Sleman, Yupiter Ome. Ia menekankan pentingnya penguatan internal organisasi agar dapat menghadapi tantangan jurnalistik di era digital.

Selain itu, Madiyo Sriyanto dari Bidang OKK IWO-I Sleman memaparkan materi tentang membangun ekosistem kolaborasi media lokal. Ia menekankan bahwa sinergi antar media lokal menjadi kunci dalam memperluas dampak informasi dan meningkatkan kualitas pemberitaan.

Sebagai bentuk konkret penguatan organisasi dan kolaborasi, kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ketua DPD IWO Indonesia Sleman, Yupiter Ome, dan Direktur Katalis Narasi Indonesia, Agung Murtono.

MoU ini menjadi langkah awal pengembangan kolaborasi dalam membangun ekosistem media yang sehat dan profesional di Kabupaten Sleman.

Kegiatan FGD ini didukung oleh Manajemen Loman Park Hotel Yogyakarta, Katalis Narasi Indonesia, dan LokalPress.id.

Acara dihadiri oleh anggota IWO Indonesia Sleman, perwakilan KSB DPD IWO Indonesia Bantul dan Kota Yogyakarta, DPW IWO Indonesia DIY, serta praktisi media yang antusias mengikuti diskusi hingga akhir.

Yupiter Ome berharap melalui kegiatan ini, anggota IWO Indonesia Sleman semakin siap menghadapi perkembangan dunia jurnalistik yang terus bergerak dinamis.

“Kita harus selalu siap beradaptasi dan terus belajar agar tetap relevan dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
{Herman)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Kabag SDM Polres Majalengka AKBP Kustadi, S.H. Pimpin Apel Pagi di Halaman Masjid Jami Al-Sholihin
Next post Bank Banten Klarifikasi Video Viral: Pegawai Tidak Langgar Prosedur, Tetap Komitmen Tingkatkan Pelayanan
Close